Meski hanya tinggal di puncak gunung dengan fasilitas sederhana, Mbok Yem telah memberi arti lebih pada perjalanan spiritual dan fisik para pendaki.
Kebanyakan orang tua memilih tinggal nyaman bersama anak-cucu di rumah saat usia senja. Namun tidak dengan Mbok Yem.
Ia justru memilih menetap di gunung, menyatu dengan alam, sambil melayani tamu-tamunya yang datang dari seluruh penjuru negeri. Ia hanya pulang sesekali, biasanya saat hari raya Idulfitri.
Kini, setelah puluhan tahun mengabdi di ketinggian, Mbok Yem akhirnya berpulang. Ia telah memutuskan untuk menghabiskan sisa usianya bersama keluarga sebelum akhirnya menghembuskan napas terakhir. (*)
Artikel Terkait
Geger Sidrap: Oknum Dosen Unisan Dilaporkan Perkosa Rekan Kerja di Kompleks Kampus
Sinergi Kuat untuk Bulukumba Maju: Pimpinan DPRD Hadiri Pengukuhan dan Pelantikan Pengurus Baru TP PKK, Bunda PAUD dan Dekranasda Kabupaten
Sentuhan Ekonomi Kreatif di Tanah Gowa: Menteri Rifky Kagumi Balla Lompoa, Ziarah Makam Pahlawan!
UPH Rangkul Media, Bangun Dampak Bersama Lewat Kompetisi Kuliner Seru
Momen Prabowo Kaget saat Tanam Padi Pakai Drone: Dulu Lamanya 25 Hari, Sekarang Sehari Bisa 25 Hektare
Pengurus HMI dan Kohati Periode 2025-2026 Cabang Bulukumba Dilantik: Generasi Penerus Masa Depan
Kajati Sulsel Resmikan Mess Kejari Bulukumba, Terima Sertifikat Tanah Hibah dan Wakaf
Polemik Pembangunan Gereja di Bulukumba, Legislator Tekankan Pentingnya Penuhi Syarat dan Dukungan Warga