China, misalnya, disebut Nico siap "berperang" dengan mengenakan tarif balasan sebesar 34 persen untuk semua impor AS mulai 10 April 2025.
Kebijakan ini dinilai sebagai tarif resiprokal yang setara dengan yang diterapkan Trump pada China.
Baca Juga: Tanpa Sensor, Prabowo Bongkar Tuntas Soal Demo dan Revisi UU TNI di Hambalang
Di sisi lain, Nico juga mencatat adanya sinyal persatuan ekonomi di kawasan Asia Timur.
China, Jepang, dan Korea Selatan dilaporkan tengah berupaya memperdalam hubungan ekonomi melalui perdagangan bebas sebagai respons bersama terhadap kebijakan proteksionis AS.
"Meskipun belum ada kesepakatan, namun pertemuan tersebut menunjukkan perasaan yang sama terhadap situasi dan kondisi yang ada saat ini, untuk menghadapi dampak dari kebijakan Trump," pungkas Nico, menggarisbawahi kekhawatiran global terhadap kebijakan perdagangan AS dan upaya kolektif untuk mencari solusi.
Anjloknya IHSG di pembukaan perdagangan pasca libur Lebaran ini menjadi alarm bagi investor dan pelaku pasar, mencerminkan betapa kuatnya sentimen negatif dari kebijakan tarif impor AS dan potensi perang dagang global yang membayangi.(*)
Artikel Terkait
Trump Tidak Ingin Mendeportasi Pangeran Harry dari AS dan Menyebut Meghan Adalah Sosok yang Buruk
Trump Ancam Gaza! Sebut Terjadi 'Neraka' Jika Sandera Israel Tidak Dibebaskan
Ditutupnya USAID Oleh Trump Berdampak Bagi Indonesia, Kanada Buka Peluang Kerja Sama
Trump Pasang Tarif Tinggi, Indonesia di Ujung Jurang Resesi? Ini Jurus Jitu Prabowo Selamatkan Ekonomi!
'Hari Pembebasan' Trump Berbuntut Petaka? Tarif Impor 32% Mengancam Ekonomi Indonesia!
'Hari Pembebasan' Trump Jadi Mimpi Buruk? Indonesia Dihantam Tarif Impor 32%!
Bukan Sekadar Tarif, Tapi 'Balas Dendam'? Trump Ungkap Alasan di Balik Pajak Impor 32% ke Indonesia!
Makin Absurd: Kebijakan Dagang Trump Sasar Pulau Penguin Tak Berpenghuni!
ASEAN Bersatu Sikapi Kebijakan Tarif Trump yang Mengancam
JK Tegas: Makan Bergizi Gratis Bukan 'Tameng' Hadapi Gempuran Tarif Trump