Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, memberikan klarifikasi terkait perbedaan harga bahan baku.
Baca Juga: Warga Bekasi Dikunjungi Prabowo di Tengah Banjir: Sampai Dua Hari Gak Hilang Senangnya!
Menurutnya, pagu anggaran memang bervariasi berdasarkan kategori penerima manfaat dan indeks kemahalan daerah.
"Anak PAUD sampai SD kelas 3 patokannya Rp 8.000. Anak lainnya Rp 10.000," jelasnya.
Dadan menambahkan bahwa penggunaan anggaran bahan baku bersifat at cost. "Kalau kelebihan akan dikembalikan, kalau kekurangan akan ditambah," tegasnya.
Baca Juga: Ramadhan Berkah, Hj. Astati Tajuddin Tebar Kebaikan: Dari Bagi Takjil hingga Santuni Panti Asuhan
KPK berharap pemerintah segera mengambil langkah-langkah pencegahan agar program MBG dapat berjalan sesuai harapan dan tidak disalahgunakan.
Transparansi, pengawasan ketat, dan distribusi yang merata menjadi kunci untuk menjaga harapan jutaan anak Indonesia yang membutuhkan gizi yang baik.(*)
Artikel Terkait
Makan Bergizi Gratis Tetap Berjalan Selama Puasa, Begini Konsepnya!
Badan Gizi Minta SPPG Aktif di Media Sosial untuk Transparansi Program Makan Bergizi Gratis
Kepala Badan Gizi Buka-bukaan Tantangan Program Makan Bergizi Gratis, Wajib Transparansi
Makan Bergizi Gratis Tetap Berjalan di Ramadan 2025, Begini Mekanismenya!
Hindari Kebocoran, BGN Gandeng KPK untuk Awasi Program Makan Bergizi Gratis
SPPG Jangan Asal, Ada Lembaga Independen Bakal Akreditasi Kualitas Makan Bergizi Gratis
KPK Siap Sidak Program Makan Bergizi Gratis, Pastikan Tak Ada Korupsi!
KPK Endus Aroma Tak Sedap di Program Makan Bergizi Gratis: Anggaran Makanan 'Disunat' Jadi Rp8.000!
Misi Atasi Stunting Terancam: KPK Ungkap Dugaan 'Permainan' di Program Makan Bergizi Gratis
KPK Endus Potensi 'Es Batu Mencair' di Anggaran Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Buka Suara!