"Yang memberi izin ini siapa?" tanyanya kepada pejabat Kabupaten Bogor yang hadir.
Ia menegaskan bahwa pembangunan di kawasan Puncak Bogor harus mempertimbangkan dampaknya terhadap ekosistem dan masyarakat sekitar.
"Ini kan sudah berizin dikeluarkan bupati (sebelumnya), dari sisi aspek regulasi bisa direkomendasikan untuk dicabut?" tutur Dedi. "Itu kan sudah hutan lindung, tapi kenapa dirusak (karena pembangunan)," tandasnya.
Kasus Hibisc Fantasy dan Eiger Adventure Land ini menjadi pengingat pentingnya penegakan hukum dan perlindungan lingkungan di kawasan wisata.
Puncak Bogor, dengan keindahan alamnya yang memukau, harus dijaga kelestariannya agar tetap bisa dinikmati oleh generasi mendatang.
Tindakan tegas Dedi Mulyadi ini diharapkan dapat menjadi pelajaran bagi para pelaku industri pariwisata untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan mematuhi aturan yang berlaku.
Puncak Bogor harus menjadi contoh kawasan wisata yang berkelanjutan, di mana pembangunan dan konservasi berjalan beriringan.(*)
Artikel Terkait
Ungkapan Bahagia Para Pelajar Bogor Ikut Sambut Erdogan: Sangat Bangga dan Bersyukur
Momen Hangat Prabowo dan Erdogan Jalan Bersama Berpegangan Tangan di Istana Bogor
Pray for Puncak' Menggema: Banjir Bandang Terjang Kawasan Bogor, Ratusan Warga Terdampak di Bulan Ramadhan
Siaga 1 Bendungan Katulampa: Puncak Bogor Diterjang Hujan Deras, Waspada Banjir Lintasan!
Puncak Bogor Diterjang Banjir Bandang! Warga Citeko Hilang Terseret Arus, BPBD Bergerak Cepat!
Bogor Siaga Bencana: Banjir Puncak dan Ancaman Luas, Bupati Rudy Susmanto Gerak Cepat Alokasikan Anggaran Darurat
Bogor Berduka, Jembatan Putus Diterjang Banjir Bandang, Harapan Pulih Sebelum Lebaran 1446 H
Bogor Lumpuh, 8 Jembatan Putus Diterjang Banjir Ciliwung, Puncak-Cisarua Terisolasi!
Bogor Lumpuh! Hujan Deras Picu Jalan Amblas, Stasiun Batu Tulis Ditutup Total!
Bogor Tenggelam, Puncak Gundul! Gubernur Dedi Mulyadi Geram: Kembalikan Puncak ke Fungsi Semula!