Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, menjelaskan bahwa sidang isbat terdiri dari tiga rangkaian utama:
* Pemaparan data posisi hilal berdasarkan perhitungan astronomi.
* Verifikasi hasil rukyatul hilal dari berbagai titik pemantauan di Indonesia.
* Musyawarah dan pengambilan keputusan yang diumumkan kepada publik.
Baca Juga: Ingatkan Kepala Daerah Bisa Diberhentikan Meski Dipilih Rakyat, Ini Kata Mendagri
"Kita berharap umat Islam di Indonesia bisa mengawali Ramadhan tahun ini secara bersama-sama," ungkapnya.
Dengan demikian, perbedaan awal Ramadhan antara Indonesia dan negara tetangga bukanlah hal yang perlu diperdebatkan. Ini adalah hasil dari perhitungan astronomi dan penerapan prinsip wilayah hukum yang berbeda. Semoga Ramadhan tahun ini membawa berkah bagi seluruh umat Muslim.(*)
Artikel Terkait
Menjelang Ramadan 2025: Panduan Lengkap Ibadah, Tradisi, dan Kuliner Khas
Strategi Jitu Bisnis Online Saat Ramadan 2025, Raih Keuntungan Maksimal!
Sambut Ramadan 2025: 10 Ide Menu Takjil Istimewa untuk Keluarga Tercinta
Ramadan 1446 Hijriah: Waktu yang Tepat untuk Hijrah, Ini Amalan yang Bisa Kamu Mulai!
Ini Jam Kerja ASN Selama Ramadan 2025: Simak Aturan Terbaru!
Amalan Spesial di Bulan Ramadan: Raih Keberkahan dengan Ibadah dan Kebaikan
Presiden Prabowo Instruksikan Para Menteri Cegah Harga Pangan Melonjak di Awal Ramadan
Tradisi Unik Ramadan di Sulawesi: Dari Meriam Karbit hingga Berburu Takjil Khas
Kuliner Khas Sulawesi Selatan yang Wajib Dicoba Saat Ramadan 1446 Hijriah
Tips Puasa Ramadan Tanpa Merasa Haus dan Lapar, Ada Pola 2-4-2