Inilah Kisah Abu bin Hasyim yang Sholat Tahajud Bertahun-tahun Namun tak Diterima Ibadahnya

photo author
Apin Dondo, Sulawesi Network
- Senin, 17 Oktober 2022 | 12:48 WIB
Ilustrasi Sholat Tahajud
Ilustrasi Sholat Tahajud

 Malaikat itupun menjawab engkau memang bermunajat kepada Allah. Tapi, engkau pamerkan dengan rasa bangga kemana-mana dan asyik beribadah memikirkan dirimu sendiri, sedang di sebelah kanan kirimu ada orang sakit dan kelaparan tapi engkau tidak menengok dan memberinya makan.

Bagaimana mungkin engkau dapat menjadi hamba pecinta Allah?.kalau kau sendiri tidak pernah mencintai hamba-hambanya yang diciptakan Allah.

Mendengar jawaban tersebut hati Abu bin Hasyim seperti disambar petir, dia tersadar bahwa ibadah yang dilakukannya selama ini hanyalah untuk memperbanyak harta kekayaan tanpa memperdulikan orang-orang yang membutuhkan uluran tangannya.

Semenjak kejadian itu dalam shalatnya Abu bin Hasyim selalu meminta ampun kepada Allah dan mulai menyadari bahwa manusia diciptakan Allah memang untuk beribadah kepadanya. Akan tetapi, selain dari pada itu juga untuk membantu sesama yang sedang membutuhkan bantuan.

Dari kisah tersebut dapat kita ambil pelajaran bahwa Allah menciptakan manusia supaya bisa saling menjaga silaturahmi dan saling berbagi di saat orang lain sedang membutuhkan.

Boleh-boleh saja kita berdoa meminta dilancarkan rezeki dan diperbanyak harta kekayaan kita akan tetapi Ingatlah apabila Allah sudah mengabulkan doa kita, sebaiknya kita juga tak lupa untuk menyisihkan sedikit dari harta yang kita dapat untuk membantu mereka yang sedang kesusahan.

Karena dengan menyadari hal tersebut rasa syukur kita kepada Allah akan semakin bertambah dan janji Allah bagi orang yang selalu bersyukur adalah  akan bertambah nikmat kita dan dicukupkan segala kebutuhan kita.

Semoga dari kisah ini kita bisa menjadi manusia yang selalu menjaga silaturahmi dan selalu bersyukur atas apa yang Allah berikan kepada kita.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Hidayat Mamonto

Sumber: YouTube Jamaah Nurul Qulbi

Tags

Rekomendasi

Terkini

X