2. Menyimak khutbah sholat Idul Adha
Baca Juga: Idul Adha 2023! 10 Ucapan Idul Adha Cocok Jadi Cantion Media Sosial
Selain itu, Nabi Muhammad SAW meminta wanita yang sedang haid ini untuk menyimak khutbah yang diberikan kepada jamaah ketika mereka selesai melaksanakan sholat ied.
Agar mereka juga merasakan keberkahan yang Allah berikan di hari kemenangan tersebut. Anjuran ini sesuai dengan riwayat dari Ummu ‘Athiyah radliallahu ‘anha mengatakan:
"Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kami untuk mengajak keluar gadis yang baru baligh, gadis-gadis pingitan, dan orang-orang haid untuk menghadiri shalat Idul Fitri dan Idul Adha."
"Saya bertanya: Ya Rasulullah, ada yang tidak memiliki jilbab? Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Hendaknya saudarinya meminjamkan jilbabnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Berkumpulnya umat Muslim di lokasi sholat Ied merupakan bentuk untuk memperlihatkan keberkahan Allah di hari Kemenangan.
Selain itu juga untuk memperkuat keimanan, ketakwaan, meneguhkan keyakinan, serta mengungkapkan kegembiraan di Hari Raya Idul Adha.
3. Dzikir dan Berdoa
Jika tidak memungkinkan untuk keluar rumah, doa dan dzikir juga bisa menjadi pilihan ibadah mudah dan yang dianjurkan bagi wanita haid atau nifas saat Idul Adha.
Dalam sebuah hadits riwayat, doa disebut sebagai mukhkhul ibadah atau nyawa dari ibadah. Doa bisa dilafalkan dengan bahasa apa saja yang dikuasai, dapat dibaca kapan saja, dan oleh siapa saja, termasuk juga wanita yang sedang haid atau nifas sekalipun.
Dengan demikian amalan Idul Adha bagi yang haid tersebut, tak menutup kemungkinan untuk tetap mendapatkan pahala dari Allah SWT meskipun mereka tak bisa ikut menunaikan ibadah Sholat Idul Adha 2022 secara berjamaah. (*)
Artikel Terkait
Demi Keamaan Whatsapp, Pelajari Fitur Berikut Bagi Pengguna Akun
Tuai Pro Kontra, Pimpinan Ponpes Al-Zaytun Panji Gumilang Ragukan Kebenaran Al Quran
Jangan Asal Diet! Justru Jenis Sayuran Ini Pemicu Asam Urat Tinggi
Wajib Nonton! 7 Rekomendasi Drama Korea Dengan Rating Tinggi Juni 2023
Merasa Dibebani, Orang Tua Murid Ramai-ramai Protes ke Mendikbudristek, Minta Wisuda TK-SMA Dihapus