Sulawesinetwork.com – Konflik yang tak kunjung mereda antara Iran dan Israel di Timur Tengah kini memasuki babak baru dengan tudingan serius dari Amerika Serikat.
Gedung Putih menyatakan bahwa Iran kini memiliki kemampuan untuk memproduksi bom nuklir hanya dalam hitungan pekan.
Pernyataan ini muncul di tengah panasnya situasi regional, menyusul serangan rudal Iran ke kota-kota besar di Israel yang melukai lebih dari 270 warga pada Kamis pagi.
Baca Juga: Jawaban Putin soal Tawaran Prabowo Tuk Menambah Jumlah Penerbangan Langsung Rusia-Indonesia
Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, dalam jumpa pers yang dilansir oleh New York Times pada Jumat, 20 Juni 2025, mengungkapkan kekhawatiran mendalam AS.
"Iran telah memiliki semua kebutuhan untuk punya senjata nuklir. Tinggal menunggu arahan dari Pemimpin Tertinggi untuk, maka dalam hitungan pekan, Iran bisa memproduksi senjata tersebut," tegas Leavitt.
Tudingan ini mencuat setelah AS sebelumnya mengancam akan melakukan aksi militer terhadap Iran jika serangan terus menyasar kota-kota sekutunya, Israel.
Baca Juga: Kebangkitan Nokia: X700 5G, Jawaban bagi Pecinta Setia dan Generasi Baru
Situasi yang memanas ini membuat Presiden AS, Donald Trump, dikabarkan telah mengumpulkan Dewan Keamanan Nasional untuk membicarakan berbagai opsi, termasuk kemungkinan serangan ke Iran.
Sebelumnya, Presiden Trump juga dilaporkan mengadakan rapat penting dengan para intelijennya di Situation Room Gedung Putih.
Ruangan yang terletak di Sayap Barat Gedung Putih ini dikenal sebagai pusat rahasia di mana Presiden AS dan para penasihatnya membahas intelijen kritis dan merencanakan operasi rahasia yang berkaitan dengan keamanan nasional dan internasional.
Baca Juga: Tingkatkan Kemandirian Fiskal, DPRD dan Kepala Daerah Diminta Bersinergi dalam Dongkrak PAD
Pertemuan di lokasi strategis ini mengindikasikan tingkat urgensi dan keseriusan AS dalam menghadapi ancaman yang ditimbulkan oleh program nuklir Iran.
Perkembangan ini berpotensi meningkatkan ketegangan di Timur Tengah secara drastis, mengingat implikasi serius jika Iran benar-benar melanjutkan upaya produksi senjata nuklir.
Artikel Terkait
Gempuran Tarif Trump Tak Goyahkan RI! Airlangga Bongkar Jurus Baru: Gandeng Jepang Lewat Proyek Raksasa AZEC!
Sri Mulyani Bongkar Obrolan Rahasia dengan Menkeu China: Jurus Jitu Hadapi Tarif Trump Hingga Penguatan ASEAN+3!
Trump Guncang Hollywood: Tarif 100% untuk Film Asing!
Isu Keretakan Israel-AS? Netanyahu Tegaskan Komitmen Penuh Trump!
Larangan Kontroversial Trump: Harvard Dilarang Terima Mahasiswa Internasional, Ribuan Nasib Mahasiswa Terancam!
Ancaman Serius Donald Trump: iPhone Wajib Produksi di AS atau Kena Tarif 25 Persen!
Seskab Teddy Bocorkan Obrolan Prabowo Subianto dan Trump: Saling Komitmen Pererat Hubungan BIlateral
Donald Trump Klaim Bakal Ada Serangan Besar-besaran Israel ke Iran, Minta Warga Teheran Mengungsi
Donald Trump Diberi Kesempatan Tuk Buka Jalan Diplomasi Perang Iran vs Israel, Meski Hanya dengan 1 Panggilan Telepon
Konflik Iran Israel Kian Memanas! Trump Ancam Bunuh Ali Khamenei, AS Dapat Peringatan Keras Dari Rusia