Menurutnya, perkembangan industri kreatif saat ini justru membuka ruang bagi tenun dan kerajinan tradisional untuk hadir dengan desain yang lebih modern tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya yang menjadi ciri khasnya.
"Saya berharap anak-anak muda ikut bangga menggunakan produk lokal. Budaya akan tetap hidup jika dicintai oleh generasi penerus. Karena itu, kita harus terus menghadirkan inovasi agar produk kerajinan Bulukumba semakin diminati tanpa kehilangan identitasnya," ungkapnya.
Anugrahwati menambahkan, kolaborasi antara Dekranasda dan IKWAN tidak hanya berfokus pada promosi, tetapi juga mendorong peningkatan kapasitas para pelaku UMKM melalui berbagai kegiatan pemberdayaan, pendampingan, serta perluasan jejaring pemasaran.
Baca Juga: 230 Murid Baru Sekolah Rakyat Terintegrasi Sinjai Mulai MPLS, Siap Jalani Kehidupan Berasrama
Ia optimistis, apabila seluruh elemen masyarakat memiliki semangat yang sama untuk menggunakan dan mempromosikan produk lokal, maka industri kerajinan Bulukumba akan semakin berkembang dan mampu menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi daerah.
Baginya, sinergi Dekranasda dan IKWAN menghadirkan wajah baru gerakan pelestarian budaya, di mana pelestarian tradisi tidak hanya diwujudkan melalui seremoni, tetapi juga melalui kebiasaan mencintai, menggunakan, dan mempromosikan karya-karya terbaik para perajin lokal dalam kehidupan sehari-hari. (*)
Artikel Terkait
Diskominfo Bulukumba Evaluasi 109 Website Desa, 50 Masuk Kategori Aktif
KIDC Bulukumba Raih Tiga Gelar Juara Umum di Borneo Super Drag Samarinda 2026
Pimpin Upacara Hari Pertama Masuk Sekolah, Syahruni Haris Titip Pesan untuk Siswa dan Guru
Sentuhan Humanis Hari Pertama Sekolah, Polres Bulukumba Bagikan Sarapan untuk Siswa
MPLS Ramah Resmi Dimulai, Bupati Sinjai Tegaskan Tak Ada Lagi Perploncoan di Sekolah
UU Pemilu dan Pilkada Digugat ke MK, Minta Kuota Minimal 30 Persen Perempuan di Penyelenggara Pemilu
Iuran BPJS Kesehatan Berpotensi Naik pada 2026, Menkes: Peserta Miskin Tetap Ditanggung Pemerintah