Pemprov Sulsel-BI Perkuat Hilirisasi dan Investasi Berkelanjutan di Forum Pinisi Sultan 2026

photo author
Muh Akbar Syam, Sulawesi Network
- Selasa, 28 April 2026 | 13:26 WIB
Pemprov Sulsel bersama Bank Indonesia Perwakilan Sulsel kembali menggelar Dedicated Team Meeting Forum Pinisi Sultan 2026.
Pemprov Sulsel bersama Bank Indonesia Perwakilan Sulsel kembali menggelar Dedicated Team Meeting Forum Pinisi Sultan 2026.

Sulawesinetwork.com - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) bersama Bank Indonesia Perwakilan Sulsel kembali menggelar Dedicated Team Meeting Forum Pinisi Sultan 2026 di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel, Senin, 27 April 2026 sebagai forum strategis mendorong transformasi ekonomi daerah melalui hilirisasi dan investasi berkelanjutan.

Mengusung tema Transformasi Ekonomi Sulsel melalui Hilirisasi dan Penguatan Investasi Berkelanjutan, forum ini menegaskan posisi Sulawesi Selatan sebagai salah satu motor pertumbuhan baru nasional, sejalan dengan arah pembangunan dalam RPJPN 2025–2045 dan RPJMN 2025–2029 yang menempatkan Sulsel sebagai Superhub Ekonomi Nusantara.

Forum ini juga diarahkan menjadi ruang sinkronisasi antara pemerintah daerah, regulator, investor, dan pelaku usaha untuk mempercepat realisasi proyek strategis daerah dan memperkuat daya saing ekonomi regional.

Baca Juga: Milad ke-36 UIAD Sinjai, Pemkab Dorong Kampus Cetak SDM Unggul dan Siap Go Global

Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan (Sekda Sulsel) Jufri Rahman yang juga Ketua Forum Pinisi Sultan menyampaikan, capaian ekonomi Sulsel sepanjang 2025 menunjukkan fondasi yang kuat. Pertumbuhan ekonomi tercatat 5,43 persen, PDRB per kapita mencapai Rp78,75 juta, dan inflasi terkendali pada level 2,84 persen.

“Namun, kita tidak boleh berpuas diri. Tantangan global dan target jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045 menuntut kita melakukan transformasi ekonomi yang lebih fundamental,” kata Jufri.

Baca Juga: Pemkab Sinjai Perkuat Keterbukaan Informasi Publik, Indeks PPID Naik Signifikan

Menurut dia, transformasi tersebut bertumpu pada tiga agenda utama, yakni percepatan hilirisasi untuk menciptakan nilai tambah, penguatan investasi berkelanjutan berbasis prinsip hijau (green investment), serta penguatan Forum Pinisi Sultan sebagai instrumen de-bottlenecking untuk mengurai hambatan investasi dan meningkatkan kemudahan berusaha.

Jufri menekankan, hilirisasi menjadi langkah strategis karena Sulawesi Selatan memiliki kekuatan besar pada beragam komoditas unggulan, mulai dari nikel; komoditas perikanan seperti tuna, tongkol, cakalang, rajungan, udang, rumput laut, dan garam; hingga komoditas perkebunan serta kehutanan seperti kakao, kopi, kelapa, dan getah pinus.

Di sektor perikanan, Sulsel tercatat sebagai produsen rumput laut nomor satu nasional dengan produksi mencapai 4,01 juta ton dan penyumbang utama rajungan nasional sebesar 41,97 persen. Produksi udang mencapai 74.000 ton, sementara produksi garam meningkat signifikan dari 5,84 ribu ton menjadi 30,10 ribu ton.

Baca Juga: Hari Otonomi Daerah 2026, Pemkab Sinjai Tegaskan Fokus pada Pelayanan Publik dan Reformasi Birokrasi

Pada sektor perkebunan, Sulsel juga tetap menjadi salah satu sentra utama kakao nasional dan mencatat produksi kelapa sawit mencapai 104.000 ton pada 2024, ditopang potensi besar komoditas kelapa.

“Hilirisasi menjadi agenda strategis karena arah kebijakan pemerintah pusat sangat jelas,” ujarnya.

Ia menjelaskan, agenda hilirisasi nasional hingga 2040 diproyeksikan mendorong nilai tambah ekonomi hingga 235,9 miliar dollar AS dan menciptakan lebih dari tiga juta lapangan kerja.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Muh Akbar Syam

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X