Pemprov Sulsel-BI Perkuat Hilirisasi dan Investasi Berkelanjutan di Forum Pinisi Sultan 2026

photo author
Muh Akbar Syam, Sulawesi Network
- Selasa, 28 April 2026 | 13:26 WIB
Pemprov Sulsel bersama Bank Indonesia Perwakilan Sulsel kembali menggelar Dedicated Team Meeting Forum Pinisi Sultan 2026.
Pemprov Sulsel bersama Bank Indonesia Perwakilan Sulsel kembali menggelar Dedicated Team Meeting Forum Pinisi Sultan 2026.

Karena itu, menurut Jufri, Sulawesi Selatan harus bergerak dari sekadar pengirim bahan mentah menuju pusat pengolahan berbasis sumber daya alam.

Dalam paparannya, Jufri juga mengingatkan pentingnya transformasi investasi di tengah dinamika perdagangan global. Meski neraca perdagangan Sulsel sepanjang 2021–2025 masih mencatat surplus, ekspor mengalami tekanan setelah sempat mencapai puncak 2,217 miliar dollar AS pada 2023 dan turun menjadi 1,583 miliar dollar AS pada 2025.

“Data menunjukkan tren yang menuntut kewaspadaan dan respons kebijakan yang adaptif,” ujarnya.

Baca Juga: DPRD Soroti Akreditasi RSUD Andi Sultan Daeng Radja: Cantik Diluar, Buruk Didalam

Penurunan ekspor, terutama pada komoditas nikel yang mendominasi 56,11 persen pangsa ekspor Sulsel, menurutnya menjadi sinyal penting bahwa ekonomi daerah tidak bisa terus bertumpu pada fluktuasi harga komoditas mentah.

Di sisi lain, realisasi investasi Sulsel pada 2025 justru menunjukkan tren impresif dengan capaian Rp19,544 triliun, tumbuh 39,25 persen dibanding tahun sebelumnya. Investasi itu didominasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp11,528 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) Rp8,016 triliun.

Capaian tersebut memperlihatkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi dan prospek pengembangan industri di Sulawesi Selatan.

Baca Juga: Jawab Kebutuhan Nakes, Gubernur Sulsel Serahkan Mobil Layanan Kesehatan untuk Warga Rongkong

Dampaknya mulai terasa pada peningkatan penyerapan tenaga kerja lokal yang naik 12,12 persen, dengan total 26.130 tenaga kerja terserap hingga 2025.

Secara kewilayahan, persebaran investasi menunjukkan pertumbuhan yang semakin terkonsolidasi pada sejumlah simpul ekonomi utama di Sulawesi Selatan.

Investasi terbesar tercatat di Kota Makassar sebesar Rp5,293 triliun, disusul Luwu Timur Rp4,207 triliun, Luwu Rp2,818 triliun, Maros Rp1,673 triliun, dan Gowa Rp871 miliar.

Baca Juga: Gubernur Sulsel Resmikan Penerbangan Perdana Masamba-Makassar PP, Dorong Konektivitas dan Ekonomi Daerah

Capaian tersebut, menurut Jufri, menjadi tanggung jawab bersama untuk terus mengawal investasi melalui fasilitasi dan penyelesaian hambatan (de-bottlenecking), agar investasi yang masuk dapat beroperasi optimal dan berkelanjutan.

Ia juga menegaskan, berdasarkan peta jalan hilirisasi investasi strategis, Indonesia memegang peranan penting sebagai produsen global bagi 28 komoditas strategis di delapan sektor utama, dengan Sulawesi Selatan diposisikan sebagai salah satu simpul penting dalam rantai nilai hilirisasi nasional.

“Melalui momentum ini, saya mengajak kita semua menyelaraskan langkah. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan berkomitmen memberikan kemudahan perizinan dan menciptakan iklim investasi yang kondusif,” ujarnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Muh Akbar Syam

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X