Sementara itu, lima daerah dengan tingkat kemiskinan terendah adalah Kota Makassar (4,43 persen), Kota Parepare (4,44 persen), Kabupaten Sidenreng Rappang (4,91 persen), Luwu Timur (5,79 persen), dan Wajo (5,86 persen).
“Kondisi ini mengingatkan kita bahwa pembangunan tidak hanya harus tumbuh, tetapi juga harus merata. Karena itu, saya meminta pemerintah kabupaten/kota mengidentifikasi secara detail faktor-faktor penyebab kemiskinan di daerah masing-masing,” tegasnya.
Baca Juga: Pemkab Sinjai Mulai Tahapan Pilkades Antarwaktu 2026, Ini Daftar Desa yang Ikut
Ia juga mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat perencanaan berbasis data, mengidentifikasi kantong-kantong kemiskinan secara spesifik, serta memastikan setiap program intervensi tepat sasaran.
Hal ini dilakukan melalui integrasi program perlindungan sosial, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta peningkatan akses layanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan sebagai faktor utama dalam menekan kemiskinan secara berkelanjutan.
Baca Juga: Jufri Rahman Tegaskan Kolaborasi Pemerintah dan Swasta Kunci Ekosistem Bisnis Kesehatan di Sulsel
Jufri berharap Musrenbang tematik ini mampu menghasilkan rumusan kebijakan yang lebih berkualitas dan berdampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di Sulawesi Selatan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Plt Kepala Bappelitbangda Sulsel Irawan Dermayasmin Ibrahim, para wakil bupati dan wakil wali kota se-Sulawesi Selatan, serta kepala Bappelitbangda kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan. (*)
Artikel Terkait
Bulukumba Jadi Tuan Rumah Peluncuran Desa Bersinar Sulsel, Deklarasi Desa Bersih Narkoba
Kabupaten Bantaeng Masuk Dalam 10 Daerah dengan Ketahanan Pangan Terbaik di Indonesia
Pengaspalan Dikebut Malam Hari, Pemprov Sulsel Targetkan Keluhan Debu Warga Teratasi
HKN Sinjai 2026: Sekda Tekankan Satu Data, Satu Riset, dan Satu Inovasi di Tengah Tekanan Fiskal
SLBN 1 Bulukumba Borong Prestasi, Raih Juara Umum dan Amankan Piala Tetap 02SN
Mitigasi Dampak Kekeringan, Bupati Andi Utta Ikuti Rakor Kementan
Pastikan Berjalan Optimal, Ketua TP PKK Andi Herfida Muchtar Turun Monev Posyandu Era Baru