Lebih lanjut, Ia pun menargetkan setiap desa menjadi percontohan nantinya dan dapat menghasilkan data monografi, website, dan publikasi.
Setelah seremoni pencanangan untuk tiga desa diresmikan, acara dilanjutkan dengan sesi diskusi yang dimoderatori oleh Kepala Bidang Persandian dan Statistik, Andi Eliz Indayani.
Baca Juga: Bima Arya Dorong Pemda Manfaatkan Program Strategis Nasional untuk Dongkrak Ekonomi Daerah
Kepala Dinas Kominfo dan Persandian Bulukumba, Andi Uke Indah Permatasari, selaku narasumber dalam sesi diskusi menegaskan posisi instansinya sebagai walidata daerah yang mendukung penuh pelaksanaan program ini.
Menurutnya, data yang akurat, mutakhir, terpadu, dan dapat dipertanggungjawabkan adalah fondasi utama pengambilan kebijakan yang tepat.
"Keberhasilan program ini tidak lepas dari kolaborasi yang kuat antara BPS sebagai pembina statistik, Dinas Kominfo sebagai walidata, dan pemerintah desa sebagai produsen serta pengguna data. Desa bukan lagi sekadar objek, melainkan pelaku utama dalam pembangunan berbasis data," jelas Andi Uke.
Baca Juga: Bupati Andi Utta Temui Mendes, Bahas Pengembangan Desa Tematik dan Ketahanan Pangan
Melengkapi hal tersebut, perwakilan Kepala Dinas PMD, Fadli Nadjib memaparkan pentingnya peran data sebagai pijakan penyusunan dokumen desa seperti RPJMDes dan RKPDes.
Ia menuturkan bahwa pemahaman statistik akan membantu aparat keluar dari rutinitas laporan administratif semata menuju perencanaan pembangunan berbasis bukti.
"Dengan adanya data yang kuat, perencanaan pembangunan menjadi lebih tepat sasaran. Desa Cantik memberi ruang bagi desa untuk mengenal potensinya sendiri dan memetakan masalahnya secara lebih tajam, sehingga transparansi serta akuntabilitas dapat lebih mudah dijaga," ungkapnya.
Melalui sinergi dan komitmen lintas instansi ini, program Desa Cantik diharapkan menjadi langkah awal yang solid dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan desa berbasis data, yang pada akhirnya bermuara pada pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Bulukumba.(*)