Pencanangan Desa Cantik: Tiga Desa di Rilau Ale Siap Jadi Percontohan Pembangunan Berbasis Data

photo author
Hendrawan, Sulawesi Network
- Kamis, 16 April 2026 | 17:51 WIB
Tiga desa di Kecamatan Rilau Ale jadi percontohan desa cantik.
Tiga desa di Kecamatan Rilau Ale jadi percontohan desa cantik.

Sulawesinetwork.com - Badan Pusat Statistik (BPS) berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Bulukumba menggelar kegiatan Pencanangan dan Sosialisasi Desa Cinta Statistik (Cantik) sekaligus Pembinaan Desa untuk tingkat Kecamatan Rilau Ale, Kamis 16 April 2026. 

Kegiatan yang dipusatkan di Desa Bonto Matene ini menyasar tiga lokus utama, yakni Desa Bonto Matene, Desa Tanah Harapan, dan Desa Topanda.

Program Desa Cantik merupakan inisiatif strategis dan inovasi dari BPS yang bertujuan untuk meningkatkan literasi, kesadaran, serta kapasitas aparatur desa dalam mengelola dan memanfaatkan data statistik secara mandiri.

Baca Juga: Pansus LKPJ DPRD Bulukumba Bedah Kinerja Pendapatan Daerah 2025, Program Pertanian Jadi Sorotan

Peluncuran program ini dihadiri langsung oleh Kepala BPS Kabupaten Bulukumba, Herbudiman Suwandi, Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian, Andi Uke Indah Permatasari, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa yang diwakili oleh Fadli Nadjib.

Selain itu, turut hadir Camat Rilau Ale Andi Amaluddin, Kepala Bidang Persandian dan Statistik Andi Eliz Indayani, Kepala Desa Bonto Matene, Desa Topanda dan Desa Tanah Harapan, serta tokoh masyarakat setempat.

Sebagai tuan rumah, Kepala Desa Bonto Matene, Syahiruddin, menyampaikan apresiasinya atas terpilihnya Desa Bonto Matene sebagai lokus kegiatan dan komitmen penuh terhadap kegiatan.

Baca Juga: Bulukumba Jadi Tuan Rumah Peluncuran Desa Bersinar Sulsel, Deklarasi Desa Bersih Narkoba

"Kami merasa terhormat dan berterima kasih atas kepercayaan BPS serta Pemerintah Kabupaten yang telah menunjuk Desa Bonto Matene sebagai salah satu lokus Desa Cantik tahun ini. Kami berkomitmen untuk mendukung penuh seluruh tahapan pembinaan statistik ini agar aparat desa kami semakin cakap dalam mengelola data demi pembangunan desa yang lebih tepat sasaran," ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Camat Rilau Ale, Andi Amaluddin, berharap kegiatan ini mampu menciptakan kemandirian bagi aparatur desa. 

"Sinergitas kegiatan pembangunan dan data harus terkoneksi dengan baik, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan. Kami berharap ketiga desa ini bisa menjadi desa percontohan bagi desa-desa lain di Kecamatan Rilau Ale maupun di Kabupaten Bulukumba," ujar Andi Amaluddin.

Baca Juga: Ketua Ombudsman Jadi Tersangka Korupsi Tata Kelola Tambang di Sulawesi Utara

Kepala BPS Bulukumba, Herbudiman Suwandi, dalam sambutannya menekankan pentingnya mengubah paradigma desa dari sekadar objek menjadi subjek pengelola data. Menurutnya, desa adalah produsen data dasar paling utama di Indonesia. 

"Bayangkan jika hari ini kita menanam benih kesadaran data di tiga desa ini, suatu hari nanti kita akan memanen kebijakan yang tepat guna untuk masyarakat. Desa yang punya rancangan teknis berbasis data pasti akan memiliki peluang lebih besar untuk menyerap alokasi anggaran dan bantuan dari pusat," imbuhnya. 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Hendrawan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X