“PT Vale harus melakukan ganti rugi terhadap masyarakat sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL),” ujarnya, Rabu (3/9).
Unru juga meminta MIND ID selaku induk BUMN tambang mengevaluasi standar keamanan fasilitas PT Vale agar insiden serupa tidak terulang.
Dengan adanya perhatian dari pemerintah daerah, DPR RI, hingga pihak kampus, masyarakat Towuti berharap proses penyelesaian berjalan cepat dan transparan.
Tantangan terbesar saat ini adalah memastikan kompensasi, pemulihan lingkungan, serta keamanan infrastruktur agar kebocoran tidak lagi terjadi di kemudian hari.
Artikel Terkait
AAS COMMUNITY Bergerak Cepat Bantu Korban Kebakaran di Desa Latonro Bone
800 Rider Ramaikan Latber Jelajah Alam Sinjai Bersatu 2025
Upacara Pelepasan Pasukan Pengamanan, Gubernur Sulsel: Terima Kasih Sudah Menjaga Sulsel Damai
Emas Antam Sentuh Rp 2,06 Juta per Gram, Pecahkan Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah
DPR Tegaskan Anggota Sahroni Hingga Uya Kuya Tak Lagi Terima Gaji dan Tunjangan
Penyaluran Beras SPHP Jadi Sorotan, Inflasi Pangan Diklaim Turun
6 Tips Lipstik Awet Tanpa Reapply Berulang, Jaga Penampilan Tetap On Point Seharian!