Sulawesinetwork.com — Seorang guru bernama Prof. Wim Poli pernah berkata "Kini, di dunia perpolitikan, puja-hujat adalah sebuah gejala yang kian mengglobal".
Berangkat dari kata guru tersebut, Kami menyadari, dalam hal ini, Kritik menurut kami adalah hal yang penting. Namun Kritik yang dimaksud adalah kritik yang tanpa mens rea atau niat buruk.
"Kita ini sebagai Pemuda Kota Makassar sudah seharusnya ikut mengawal pembangunan Kota Makassar. kritik tentunya boleh. yang penting tidak ada 'mens rea'-nya. dan tidak kalah penting disertai data," ungkap Syahrullah Sanusi Aktivis Perencanaan pengembangan wilayah yang juga merupakan Pengurus KNPI Kota Makassar.
"Ketidaktahuan dan matinya nalar kritis membuat sang pengkritik 100 hari kerja Appi-Aliyah ini dalam kondisi yang cukup memprihatinkan, sehingga yang nampak hanyalah krisis perhatian," lanjutnya. Selasa, 10 Mei 2025.
Dikota Makassar, Appi-Aliyah Kerja nyata, bukan fokus carita, apalagi cari perhatian masyarakat.
Dalam Pemerintahan Appi-Alya Solusi konkrit berjalan semata semata untuk Masyarakat Kota Makassar.
Baca Juga: Raja Ampat Terancam Rusak? Pemerintah Tiba-Tiba Cabut 4 Izin Tambang Nikel
Sejumlah langkah strategis telah dilakukan MULIA untuk meletakkan pondasi yang kokoh bagi program-program prioritas yang mereka janjikan saat kampanye.
Dalam sebuah kesempatan, dikutip dari media herald Sulsel. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa capaian 100 hari bukanlah titik akhir dari janji-janji politiknya.
Ia menilai periode ini sebagai tahap awal untuk memperlihatkan arah pembangunan yang jelas dan progres yang terukur.
Baca Juga: Patroli Malam Polres Bulukumba Sasar Remaja Nongkrong, Cegah Kejahatan Dini Hari
“Ketika bicara 100 hari, bukan berarti semua target harus selesai. Tapi sudah sejauh mana program itu mulai berjalan. Contohnya pembangunan stadion, itu butuh waktu dan tahapan yang matang. Tidak mungkin rampung dalam 100 hari,” ujar Munafri.
Menutup pertemuan singkat bersama Syahrullah Sanusi, ia berkata, "Jika masih saja ada Pemuda yang memiliki pemikiran yang masih saja sama dan berpola mistika ( yang pahamnya hanya dipahami pengikutnya) Pemuda tersebut hanya akan seperti orang tua yang sok pintar dan sok keras, namun tidak terima jika jagoan politiknya kalah.
Artikel Terkait
Nostalgia dan Harapan: Wagub Fatmawati Saksikan Sertijab Wali Kota Makassar, Tekankan Sinergi dan Inovasi
Setelah Heboh Kasus Dugaan Perselingkuhan Legislator di Bulukumba, Kini Oknum Guru di Makassar Ngaku Ditipu Anggota DPRD
Dinas Koperasi & UKM Kota Makassar Sukses Gelar Ramadhan Fest SMES & Financing Expo 2025
Sigap Bantu Korban Bencana Makassar, Dinsos Sulsel Salurkan Bantuan di Dua Lokasi dalam Sehari
Syafruddin Mualla Lantunkan Ajakan Menggugah: Saudagar Bugis-Makassar, Pulanglah Bawa Investasi!
Bersama Ketua Umum DPD KNPI Kota Makassar, Bidang Perencanaan dan Pemetaan Pemuda Permantap Program Kerja
Kabar Gembira dari Makassar: Dua Sekolah Rakyat Siap Cetak Generasi Tangguh dari Keluarga Miskin
Andi Amar Ma'ruf Sulaiman Gebrak Makassar: Pacu Jiwa Wirausaha Muda di Sektor Pertanian
Aksi Kemanusiaan! Universitas Handayani Makassar Sukses Gelar Donor Darah Bersama PMI Sulsel
DPD KNPI Kota Makassar Gelar Rakerda: Ajak Pemuda Bersatu untuk 'Makassar Mulia'