Sulawesinetwork - Setelah warga Balong, kini giliran warga Manyampa, Kecamatan Ujungloe yang curhat soal kelangkaan pupuk dan masalah irigasi.
Curhatan itu disampaikan oleh warga saat silaturahmi Bersama calon wakil bupati Bulukumba berakronim JADIMI, Tomy Satria Yulianto di kediaman warga.
Warga mengaku selama ini sangat kesulitan untuk mendapatkan pupuk subsidi. Mereka bahkan harus menunggu lama.
Baca Juga: Beri Pelayanan Kesehatan, Rumah Sakit Apung di Berkunjung ke Pulau Sembilan
Diperparah kata warga, harga pupuk yang semakin hari semakin mahal dan membuat para petani menjerit.
"Kami ini kodong hanya petani. Pasti keluhan kami soal pupuk dan air. Ini yang menjadi kendala kami selama ini sehingga padi kami akhirnya rusak sebelum dipanen," Ujar Safaruddin.
Selain itu, petani lainnya di daerah itu mengaku, pembagian unit hend tractor untuk pembajak sawah yang tidak merata. Banyak haanya dikuasai oleh orang-orang tertentu.
Baca Juga: Umy Asyiatun Resmi Jadi Ketua DPRD Bulukumba, Diapit Dua Politisi Senior
"Besar harapan kami, pak Tomy ini bisa Kembali duduk Bersama pak JMS. Semoga pertanian kita Kembali baik. Sama seperti saat bapak dulu menjabat," Terangnya.
Mendengar curhatan itu, Tomy Satria mengakui, banyak keluhan ia dengarkan soal kelangkaan pupuk dan bendungan irigasi yang bermasalah.
Olehnya kata TSY, kedepan pemerintah harus mampu melakukan intervensi agar ketersediaan pupuk di Bulukumba lebih memadai.
Baca Juga: Pj Gubernur Sulsel Resmi Lantik Abdul Hayat Jadi Pj Wali Kota Parepare
"Kita baru-baru ini disuguhkan berita tentang pupuk subsidi Bulukumba yang dijual di daerah lain. Hal ini tidak boleh lagi dibiarkan ke depannya. Inilah yang membuat petani kita menjerit," Terang TSY.
Mengenai handtraktor, TSY mengaku sedang mendorong program pembagian handtraktor 1.500 unit ke para petani yang mana pembagian ini benar-benar dapat terkawal sehingga asas manfaatnya dirasakan masyarakat.