Insiden kebakaran kapal itu juga menurut Juandy menunjukan kurangnya perhatian pemerintah terhadap keselamatan atau safety keselamatan.
Dimana dalam video yang banyak beredar, terlihat warga hanya menggunakan ember dan air galong seadanya untuk memadamkan api.
"Kita bisa dilihat dari video-video yang beredar. Warga melakukan pemadaman hanya menggunakan ember dan bahkan galon," terangnya.
Juandy berharap agar kejadian ini bisa menjadi bahan pembelajaran bagi pemerintah untuk memastikan aset pemerintah bisa dijaga dengan baik.
Baca Juga: Bulukumba hingga Luwu Timur Tak Punya Kepala Daerah Karena Maju Pilkada, Pemprov Sulsel Siapkan Pjs
"Seharusnya, dilakukan evaluasi ulang terkait aspek Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) karena di gedung tersebut tidak disediakan APAR (Alat Pemadam Api Ringan). Namanya aset pemerintah kita harus jaga bersama," harapnya. (*)
Artikel Terkait
Sambut Audiensi Tim Promedia Priangan Timur, Ivan Dicksan 'Ngobrol' Soal Perhelatan Pemilu di Kota Tasikmalaya
Jika Calon Tunggal Kalah Dalam Pilkada 2024, Pilkada Ulang atau Tunggu Lima Tahun Lagi?
Seleksi PPPK 2024! Bagaimana Nasib Tenaga Honorer Yang Tidak Lulus Nantinya? Begini Penjelasannya
Kebakaran di Atap Gedung Pinisi, Begini Penjelasan Pemkab Bulukumba
Tidak Lulus Seleksi PPPK 2024? Ada Opsi Menarik dari Pemerintah?
Tokoh Politik Perempuan Bulukumba Andi Murniyati Makking Putuskan Dukung Pasangan JADIMI
Tak Banyak Pesaing? Berikut 10 Instansi Pusat dan Daerah Sepi Peminat, Peluang Besar Lolos Seleksi CPNS 2024
Kodim 1410 Bantaeng Gelar Pasukan Pengamanan Pilkada Serentak Tahun 2024