"Memang ada miskomunikasi di tingkat staf dan itu setelah melalui saya kwitansi itu. Itu ranahnya tim verifikasi, kalau tidak diverifikasi ya jangan di proses," ujarnya.
Baca Juga: Habiburokhman: Presiden Boleh Dukung Capres Manapun
Sebelumnya diberitakan, Bendahara Diskominfo Bulukumba, Risnawati membongkar adanya dugaan SPj fiktif yang terkesan dipaksana untuk cair oleh Daud Kahal.
Namun SPj tersebut akhirnya tidak dilanjutkan Risnawati agar tidak menjadi persoalan hukum dikemudian hari karena tidak melalui verifikasi.
Akibat batalnya diajukan SPj tersebut berdampak pada penghentian empat orang tenaga honorer. Dimana salah satu honorer Adriani yang menarik SPj tersebut.
Baca Juga: Budiman Sudjatmiko: Soal Greenflation, Gibran Ajak Publik Jadi Visioner dan Berimbang
Adriani mendapat perintah untuk mengambil berkas SPj tersebut dari Badan Pengelolah Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bulukumba karena dianggap bermasalah.
Dugaan SPj fiktif tersebut dikabarkan saat ini tengah ditangani oleh Inspektorat Bulukumba.(*)
Artikel Terkait
Diskominfo Bulukumba Klaim Capaian Progres PAD Sebesar 83,9 Persen
Bawaslu Bulukumba dan Diskominfo Maksimalkan Diseminasi Informasi Pengawasan Pemilu
Diskominfo Bulukumba Dorong Pengelolaan Informasi dan Dokumentasi Sesuai Standar di Desa
Sejumlah Tenaga Honorer Diskominfo Bulukumba Diberhentikan, Diduga Berkaitan dengan Dokumen SPj
Pemberhentian Honorer Diskominfo Jadi Polemik, Bendahara: Ada SPj Diajukan Kadis tidak Melalui Verifikasi dan Dipaksakan Cair
Prabowo Diisukan Sakit, Jokowi: Sehat Walafiat Begini
Disaksikan Jokowi, Prabowo Serahkan Pesawat Keempat C-130J Super Hercules untuk TNI AU
Silaturahmi di Ponpes Al Kahfi Kebumen, Gibran Sampaikan Program untuk Kesejahteraan Pesantren