Batik La Galigo adalah batik khas Bugis yang terinspirasi dari cerita rakyat yang sangat terkenal.
Cerita rakyat La Galigo menggambarkan sebuah karya sastra dengan 300.000 cerita epik.
Di mana menceritakan tentang asal-usul dari Sangiang Serri yang merupakan tradisi persembahan petani suku Bugis sebelum musim tanam.
Batik Rongkong terinspirasi dari filosofi kehidupan warga Luwu Utara, Sulawesi Selatan, yakni "sekong sirenden sipomandi".
Artinya saling memupuk dan menjaga kebersamaan serta bergandengan tangan dalam mengarungi bahtera kehidupan.
Filosofi kehidupan masyarakat Kabupaten Luwu Utara tersebut lalu dituangkan dalam bentuk tulisan lontara khas Tana Luwu yang kemudian menjadi motif khas batik rongkong.
Ada beberapa motif lain pula yang menggambarkan kehidupan masyarakat di sana.
Batik ini juga menjadi seragam kantor yang digunakan ASN Luwu Utara setiap Kamis.
Meski belum setenar batik Solo atau Pekalongan, peminat batik Rongkong juga sudah sampai ke luar negeri.
Batik Rongkok pun sudah resmi memiliki sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HaKI) atau surat pencatatan ciptaan dari Kementerian Hukum dan HAM.
Batik Pajonga adalah batik yang berasal dari Kabupaten Bantaeng dengan ciri khas Kepala jonga atau rusa.
Motif batik ini sebagai perwujudan keistimewaan jonga di mata masyarakat Bantaeng.
Adapun warna kuning dari kain batik tersebut memiliki makna keceriaan.
Artikel Terkait
Jangan Sampai Salah Warna, Begini Filosofi Baju Bodo Asal Sulawesi Selatan: Pakaian Adat Tertua di Dunia
Pakaian Adat Khas Sulsel: Baju Bodo Hingga Jas Tutu' yang Pernah Dipakai Presiden Jokowi pada Sidang Tahunan
Bukan Hanya Andi dan Daeng, Suku Bugis-Makassar Sulawesi Selatan Ternyata Memiliki 13 Gelar Bangsawan
"Andi" Bukanlah Gelar Kebangsawan Murni Dari Suku Bugis-Makassar. Pakar Sejarah: Warisan Belanda
Terkenal Hingga Mancanegara, Aksara Tradisional Bugis-Makassar Jadi Ciri Khas Batik Lontara Sulawesi Selatan
Bukan Pulau Jawa, Tekstil Batik Tertua di Indonesia Ternyata Berasal Dari Sulawesi Selatan