"Yang utama adalah bagaimana perlindungan terhadap korban dan juga tindak lanjutnya untuk konseling dan juga pendampingan bagi teman-teman korban. Yang utama sebetulnya kami mencegah ke depan tidak terjadi lagi," pungkas Andi Sandi.
Kasus ini menjadi pengingat penting bagi seluruh institusi pendidikan tinggi untuk memperkuat mekanisme pencegahan dan penanganan kekerasan seksual, serta memastikan lingkungan belajar yang aman dan kondusif bagi seluruh mahasiswa.
Masyarakat pun menanti ketegasan UGM dan Kementerian terkait dalam menjatuhkan sanksi yang setimpal jika dugaan tersebut terbukti benar.(*)
Artikel Terkait
Profil Tegar Sinar Ramadhan Mahasiswa UGM Beserta Kronologi Kejadian Dugaan Bunuh Diri
Forum Guru Besar Indonesia Himbau Civitas Akademika Hindari Pernyataan Yang Menggiring Opini Politik Elektoral
Guru Besar IPB Dipolisikan karena Dianggap Beri Jawaban Tak Etis Saat Jadi Saksi Ahli Sidang Korupsi Timah
Kampus Penerima KIP Kuliah Bukan Hanya bukan Hanya Negeri, Ini Daftar Swasta Siapkan Beasiswa
Ini Biaya yang Ditanggung KIP Kuliah 2025 di Kampus Swasta dan Negeri
Apa yang Terjadi Jika Mahasiswa Drop Out (DO) dari Kampus Penerima KIP Kuliah?
Banyaknya Ormas Palak THR Jelang Idulfitri Ditanggapi Sosiolog UGM: Ketimpangan Sosial Makin Melebar
Skandal Guru Besar UGM: Belasan Mahasiswa Jadi Korban Kekerasan Seksual Sejak 2023, Kampus Ambil Tindakan Tegas