Sulawesinetwork.com - Sutradara ternama, Hanung Bramantyo, mengomentari film animasi Merah Putih: One For All yang tengah menjadi perbincangan di media sosial.
Melalui akun Instagram Story dan Threads-nya, Hanung mempertanyakan kualitas film tersebut, terutama dengan anggaran yang dikabarkan hanya sekitar Rp6,7 miliar.
Baca Juga: Abraham Samad Pastikan Penuhi Panggilan Polisi, Roy Suryo Cs Tunda Pemeriksaan
Hanung menilai, anggaran sebesar itu tidak cukup untuk memproduksi film animasi berkualitas.
Ia menyebut, budget ideal untuk film animasi minimal adalah Rp30-40 miliar dan dikerjakan selama 4–5 tahun.
"Budget Rp6 miliar hanya sampai tingkat previs (kumpulan storyboard berwarna yang digerakkan sebagai panduan animator)," tulisnya.
Baca Juga: Filosofi Avicenna tentang Mental Jiwa yang Kuat
Selain menyoroti kualitas, Hanung juga mempertanyakan mengapa film yang diproduksi oleh rumah produksi Perfiki Kreasindo ini bisa mendapatkan slot tayang di bioskop.
"Terus kenapa buru-buru tayang? Ironisnya kok bisa dapat tanggal tayang di tengah 200 judul film Indonesia yang ngantre tayang?" tulisnya.
Baca Juga: Fenomena Mundurnya Perempuan dari Dunia Kerja 2025, Salah Satunya demi Jemput Anak
Film Merah Putih: One For All, yang disutradarai oleh Endiarto dan Bintang Takari, rencananya dibuat untuk memperingati Kemerdekaan Indonesia yang ke-80 tahun. (*)
Artikel Terkait
Perbedaan dan Manfaat Lip Serum vs Lip Balm untuk Bibir
Justin Hubner Merasa seperti Ronaldo di Indonesia Berkat Popularitas
Tips Memilih Lipstik untuk Bibir Hitam Agar tetap Terlihat Menawan
Jack’s Gelato, Es Krim Ikonik di Cambridge dengan Rasa Unik
IFG Wujudkan Kemandirian Desa Lewat Program Kindness to Progress
Bupati Sinjai Buka Turnamen Sepakbola 'Laga Silaturahmi Gelora Family'
Kolaborasi DPRD Bulukumba dan Warga di Musrenbang Desa: Merancang Masa Depan Bukit Harapan