viral

Heboh Alumni LPDP Pamer Anak Jadi WNA Inggris, Kini Giliran Sang Suami Dipanggil Terkait Masa Pengabdian

Minggu, 22 Februari 2026 | 11:45 WIB
Menyoroti kontroversi penerima beasiswa atau Awardee DS yang viral usai memamerkan anaknya jadi WNA. (Instagram.com/@aboutjkt)

Sulawesinetwork.com – Jagat media sosial tengah diguncang kontroversi seorang alumni penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) berinisial DS.

Hal ini bermula dari unggahan video DS yang bernarasikan, "Cukup Saya WNI, Anak Jangan," yang memamerkan paspor serta status kewarganegaraan Inggris milik anak keduanya.

Aksi tersebut menuai kecaman luas dari warganet karena dianggap tidak nasionalis, mengingat studi DS dibiayai oleh pajak rakyat Indonesia.

Baca Juga: Perkuat Integritas dan Spiritual ASN, Pemprov Sulsel Resmi Buka Ramadhan Leadership Camp 2026

Menanggapi polemik tersebut, pihak LPDP akhirnya resmi memberikan pernyataan tegas pada Minggu (22/2/2026).

Dalam keterangan resminya, LPDP menyayangkan perilaku DS yang dinilai memicu sensitivitas publik dan tidak mencerminkan nilai-nilai yang ditanamkan kepada setiap awardee.

"Tindakan tersebut tidak mencerminkan nilai integritas, etika, dan profesionalisme yang ditanamkan LPDP kepada seluruh penerima beasiswa," tulis pihak LPDP.

Baca Juga: Nyaris Rampung! Gubernur Sulsel Pastikan Progres Jalan Impa-impa–Anabanua Wajo Capai 95 Persen

Meski DS diketahui telah lulus S2 sejak 31 Agustus 2017 dan secara hukum perikatan masa pengabdiannya telah selesai, LPDP tetap mengimbau agar alumni lebih bijak dalam bersosial media dan mengingat kewajiban kebangsaan untuk mengabdi kepada negeri.

Kontroversi ini berbuntut panjang hingga menyeret suami DS yang berinisial AP.

LPDP mengungkapkan bahwa AP juga merupakan penerima beasiswa, namun status masa pengabdiannya kini tengah dipertanyakan.

Baca Juga: Dekade Bersejarah PHINISI 2016: Siap Gelar Reuni Akbar 'Kita Berlayar Kembali' di Bulukumba

"Yang bersangkutan (AP) diduga belum menyelesaikan kewajiban kontribusinya setelah menamatkan studi," beber LPDP dalam rilis yang sama.

Saat ini, LPDP tengah melakukan langkah-langkah berikut:

Halaman:

Tags

Terkini