Kehilangan ini menambah deretan duka bagi Reza, yang sebelumnya telah kehilangan sang ayah.
Kini, ia menjalani hari-hari pascabencana bersama kakek, ibu, dan adiknya di tengah upaya pemulihan desa mereka.
Baca Juga: Musrenbang dan Safari Ramadan Bulukumba 2026 Dimulai di Gantarang, Fokus Ketahanan Pangan
Desa Geudumbak merupakan salah satu wilayah terdampak paling parah di Aceh Utara.
Banjir saat itu tidak hanya membawa air, tetapi juga material kayu gelondongan yang menghantam dan menghancurkan rumah-rumah warga.
Sebagai langkah pemulihan, Pemerintah Pusat telah mengucurkan dana bantuan sebesar Rp341,7 miliar untuk Provinsi Aceh.
Bantuan ini ditujukan bagi 15.789 Kepala Keluarga (KK) guna memperbaiki 8.796 rumah rusak ringan dan 6.993 rumah rusak sedang yang tersebar di sembilan kabupaten/kota.
Meskipun bantuan fisik mulai mengalir, bagi penyintas seperti Reza, dukungan psikososial dan doa tetap menjadi penguat utama untuk bangkit dari trauma masa lalu.
"Kalau kangen ayah, kirim doa saja. Saya juga doakan mama sehat selalu," pungkasnya.(*)