"Jangan bikin pasar tandingan di sini, tolong hargai pemerintah, bukan semaunya seperti ini," seru salah satu petugas Satpol PP sembari memerintahkan barang dagangan segera diangkat.
Perdebatan kian menyentuh hati warganet saat sang ibu mengungkapkan alasan di balik kegigihannya berjualan.
Ia mengaku tak memiliki pilihan lain selain berdagang di rumah untuk menyambung hidup dan membiayai pendidikan anak-anaknya.
"Kita menjual ini untuk menambah sedikit agar bisa membiayai sekolah anak-anak," tandasnya dengan nada pilu.
Hingga Minggu sore pukul 15.30 WIB, video tersebut telah disukai lebih dari 84,7 ribu pengguna Instagram.
Banyak warganet yang menyayangkan tindakan represif petugas, mengingat sang ibu tidak berjualan di bahu jalan atau trotoar yang mengganggu fasilitas publik.
Sampai saat ini, pihak Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya belum memberikan keterangan resmi terkait polemik penertiban di area privat tersebut.(*)