Sulawesinetwork.com - Mayoritas masyarakat Indonesia pasti mengenai tananam petai.
Petai alias pete adalah tanaman asli Asia Tenggara yang sering dikonsumsi, baik secara mentah atau dimasak.
Pada hakikatnya, petai menjadi bagian penting dalam kuliner masyarakat Indonesia.
Baca Juga: PKK Kecamatan Desa Kelurahan Diingatkan Tidak Ikut Campur Kerjaan Suami
Namun sampai saat ini, petai masih menjadi makanan yang pro-kontra di Indonesia.
Sebab, kedua pihak yakni pecinta dan pembencinya mempunya1 1001 alasan untuk memenangkan opini mereka.
Ya, aroma tak sedap saat memakan dan setelah makan menjadi salah satu alasan mengapa kacang-kacangan ini dibenci.
Baca Juga: Warga Diminta Hidup Berdampingan dengan Tikus, Populasi Melebih Jumlah Penduduk
Di balik aromanya, petai mengandung gizi yang sehat untuk tubuh.
Mengapa petai menyebabkan bau mulut? Penyebabnya adalah zat hexathionine, tetrathiane, trithiolane, pentathiopane, pentathiocane, dan tetrathiepane.
Petai juga mengandung konsentrat asam amino, dan menghasilkan gas metana atau penghasil kentut.
Zat-zat tersebut tidak berbahaya, tapi efeknya napas dan urine baunya menyengat.
Tapi kamu jangan khawatir, kamu masih tetap bisa kok menikmati petai tanpa meninggalkan bau di mulut.
Artikel Terkait
Mitos Dibalik Tanaman Kelor, Ternyata Banyak Manfaatnya Lho Buat Kesehatan
Waspadah Konsumsi Nasi Berlebihan, Simak Efek Positif dan Negatifnya
Jarang Diketahui! Mandi Pagi Sebelum Subuh Memiliki Banyak Manfaat Lho
Wajib Diketahui! Patah Hati dan Kaget Bisa Picu Serangan Jantung
Sepuluh Manfaat Petai Untuk Kesehatan Tubuh Yang Sangat Wajib Untuk Diketahui
Dibalik Mitos Kangkung Bikin Ngantuk, Ternyata Sayur Ini Banyak Khasiat yang Wajib Kamu Ketahui