Baca Juga: Seskab Teddy: Isu Pergantian Kapolri Hoaks, Jenderal Sigit Tetap Bertugas dan Dampingi Presiden!
Kerajaan Hawaii dianeksasi oleh Amerika, bukan melalui perang, tapi lewat dominasi ekonomi dan kekuasaan politik.
Kekuatan kadang bukan tandingan dari aliansi, kapitalisme, dan ketamakan.
Ketika Negara Menjadi Fragmen Sejarah
Di tengah globalisasi dan gejolak modern, kita diingatkan bahwa tidak ada negara yang terlalu besar untuk gagal.
Baca Juga: Kejari Bulukumba Kawal Pembangunan Strategis dan Beri Pendampingan Hukum ke Pemkab
Identitas nasional bukan jaminan keabadian.
Di era ketika gerakan separatis dan semangat unifikasi kembali mencuat, kita mungkin sedang menyaksikan halaman awal dari negara-negara berikutnya yang akan "menghilang".
Sejarah tidak pernah selesai. Ia hanya menunggu subjek berikutnya untuk dijadikan pelajaran.***
Artikel Terkait
Polsek Bontotiro dan Bhayangkari Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Bulukumba
Puasa Arafah 9 Zulhijjah: Niat dan Keutamaan Penghapus Dosa Dua Tahun
Kejari Bulukumba Kawal Pembangunan Strategis dan Beri Pendampingan Hukum ke Pemkab
Seskab Teddy: Isu Pergantian Kapolri Hoaks, Jenderal Sigit Tetap Bertugas dan Dampingi Presiden!
Puasa Arafah 5 Juni 2025: Raih Keutamaan Luar Biasa di Hari Penuh Maghfirah!
Vidi Aldiano Digugat Rp24,5 Miliar oleh Keenan Nasution: Polemik Royalti 'Nuansa Bening' Memanas!
Ray Dalio Bantah Tegas Mundur dari Danantara, Komitmen Penasihat Prabowo Tetap Kuat!
Geger! ASN Terlibat Terorisme, Dipecat Tak Hormat dan Kehilangan Segalanya
Visa Ribet, Liburan Tertunda: Ini 8 Negara yang Paling Sulit Dikunjungi
Hati-Hati! Ini 10 Negara Paling Berbahaya di Dunia Menurut GPI 2025