Motif ini kerap menggambarkan cerita dan filosofi dari masyarakat lokal. Beberapa motif Tenun Wajo yang terkenal adalah Panrita Lopi (burung yang sedang terbang), dan Bontolang (kuda emas).
Teknik Tenun
Tenun Wajo menggunakan teknik tenun ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin) yang dikerjakan secara manual oleh penenun.
Proses pembuatan Tenun Sutra Wajo sangat rumit dan memakan waktu, bahkan bisa memakan waktu hingga beberapa bulan tergantung pada kekompleksan motif dan tingkat kesulitan dalam proses tenun.
Tenun Wajo adalah salah satu warisan budaya Indonesia yang dapat menjadi souvenir atau pakaian tradisional yang unik saat Anda berkunjung ke Kabupaten Wajo.
Dengan motif-motif yang menawan dan bahan berkualitas tinggi, Tenun Sutra Wajo menjadi salah satu produk tenun yang paling dicari di Indonesia.(*)
Artikel Terkait
Asal Nama Kabupaten Wajo Kota Sutera di Sulawesi Selatan yang Terbentuk Dari 'Bayangan'
Berikut Ini Daftar Formasi, Syarat dan Cara Daftar PPPK Kabupaten Wajo 2023
Masuk Wilayah Pemekaran Provinsi Bugis Timur, Kabupaten Wajo Adalah Penghasil Semangka Terbesar di Sulsel
Wajo Jadi Daerah Penghasil Semangka Terbesar di Sulsel, Ternyata Ini Sejarah Buah Identik Bendera Palestina
Bukan Hanya Penghasil Semangka Terbesar di Sulsel, Wajo Juga Punya Potensi Unggulan Ini
Ternyata Bukan Hanya Semangka, Wajo Juga Salah Satu Penghasil Mangga Terbesar di Sulsel
Katagori Danau Terbesar di Sulsel ada di Wajo, Terbentuk Alami dan Fenomena Air yang Pasang Surut