Anies dengan tegas mengingatkan bahwa kredibilitas Indonesia di mata dunia sangat bergantung pada penyelesaian isu-isu domestik.
"Ketika kita mengatakan kepada dunia. Kita harus menjadi negara yang menghormati hak asasi manusia. Eh, you sudah beres dulu soal hak asasi manusia," tegasnya.
Baca Juga: Angin Segar dari Washington: Tarif Trump 32% untuk Indonesia Ditunda, Negosiasi Berlanjut!
Ia melanjutkan, "Kita harus menjunjung tinggi prinsip demokrasi. Ada demokrasi tidak di tempat Anda. Karena itulah. Mengapa kita harus bereskan persoalan-persoalan domestik juga."
Pernyataan ini menggarisbawahi pandangan Anies bahwa kekuatan diplomasi dan pengaruh internasional Indonesia akan semakin kokoh jika didukung oleh penegakan hak asasi manusia dan prinsip demokrasi yang kuat di dalam negeri.
Kritik Anies ini memunculkan pertanyaan penting tentang prioritas dan strategi Indonesia dalam diplomasi global.
Akankah pemerintah merespons seruan ini dengan meningkatkan kehadiran langsung di forum-forum internasional? Dan seberapa besar dampak penyelesaian masalah domestik terhadap peran Indonesia di panggung dunia?(*)
Artikel Terkait
Ini Deretan Politisi Nasdem Yang Mundur Usai Anies Baswedan Jadi Capres Nasdem
Survei LSI di Sumbar: Prabowo-Gibran 49,8%, Anies-Imin 42,1%, Ganjar-Mahfud 4,3%
Anies Dinilai Siapkan Sudirman Said Jadi Menko Guna Bubarkan BUMN
Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud Dipanggil MK untuk Hadiri Sidang Putusan Sengketa Pilpres 2024
Dukungan PKS untuk Anies Baswedan dan Sohibul Iman Terancam Batal, Apa Sebabnya?
Pilgub Jakarta 2024! Bukan Anies, PDIP Pertimbangkan Duet Pramono Anung-Rano Karno
Keakraban Ahok dan Anies Jadi Tanda Tanya, Jubir akan Umumkan Kejutan Bulan Ini
Ormas Gerakan Rakyat Resmi Deklarasi, Anies Baswedan Jadi Tokoh Inspiratif
Ormas Gerakan Rakyat Terbentuk, Apakah Bakal Jadi Partai dan Mengusung Anies Baswedan?
Anies Baswedan Ikut Pantau Sidang Kasus Impor Gula Tom Lembong: Saya Datang untuk Sampaikan Harapan