Ia lebih lanjut menekankan bahwa penulisan sejarah nasional seharusnya membawa semangat persatuan, bukan perpecahan. Baginya, sejarah adalah alat pemersatu bangsa.
“Tentu tone-nya itu adalah dalam sejarah untuk mempersatukan kebenaran bangsa," pungkas Fadli Zon.
Baca Juga: Syahrullah Sanusi Tanggapi Kritik Pemuda yang Alergi Renstra: 'Ada yang salah dari caranya berpikir'
Dengan pernyataan ini, Menteri Kebudayaan berharap dapat meredakan kekhawatiran masyarakat dan memastikan bahwa proses penulisan sejarah dilakukan secara profesional demi persatuan bangsa. (*)
Artikel Terkait
CPNS 2025 Ditiadakan? Ini Fakta Mengejutkan Dari Pemerintah
Sudah 35 Tahun? Siap-Siap Gagal Daftar CPNS Selamanya!
10 Negara Paling Terlilit Utang IMF: Ada yang Nyaris Gagal Bayar!
CASN 2025 Belum Dibuka? Jangan Tertipu Link Palsu, Intip Cara Cek Info CPNS 2025
BKN Tekankan Pentingnya ASN Pahami Hak dan Kewajiban: Kenali "VirtuOne", Solusi Konsultasi Kepegawaian Daring
DPD KNPI Kota Makassar Gelar Rakerda: Ajak Pemuda Bersatu untuk 'Makassar Mulia'
Modus APK Makan Korban: Dua Pembobol Rekening Ditangkap, Pensiunan Rugi Rp304 Juta