"Oleh sebab itu, ayo kita sama-sama menjaga, tidak peduli dari warga yang miskin hingga orang yang kaya raya. Jaga alam ini bersama," serunya, dengan harapan menggugah kesadaran kolektif.
Air mata Dedi Mulyadi di Puncak bukan sekadar simbol kesedihan, melainkan panggilan jiwa untuk menjaga "ibu" yang telah memberi kehidupan.
Ini adalah alarm bagi kita semua, terutama para "sultan" penikmat alam, untuk berhenti merusak dan mulai merawat.
Alam bukan sekadar tempat rekreasi, melainkan rumah kita bersama.(*)
Artikel Terkait
Utang Pajak Motor Lunas! Dedi Mulyadi Bebaskan Tunggakan, Waspada Pungli, Lapor Medsos!
Teguran 'Liburan Lebaran' Berujung Klarifikasi: Respon Dedi Mulyadi Soal Bupati Indramayu ke Jepang Jadi Sorotan
Liburan Lebaran Berujung Sanksi? Dedi Mulyadi Ungkap Konsekuensi Bupati Lucky Hakim Tak Izin ke Luar Negeri
Viral Diam-diam Liburan ke Jepang hingga Ditegur Dedi Mulyadi, Lucky Hakim Ternyata Punya Karier Mentereng di Dunia Hiburan
Usai 'Disentil' Dedi Mulyadi Soal Liburan Jepang, Lucky Hakim Ungkap Fakta Sebenarnya
Dedi Mulyadi Sentil Bupati Indramayu dan Wali Kota Depok: Kau yang Memulai, Kau yang Mengakhiri!
Viral Bupati Ritchie Ismail Bawa Anak ke Kantor, Dedi Mulyadi Santai: Asal Jangan Bawa Selingkuhan!
Gebrakan Dedi Mulyadi: Jalanan Jabar Harus Bebas dari Segala Bentuk Pungutan!
Buntut Kasus Pembakaran Mobil Polisi, Dedi Mulyadi Bakal Panggil Ormas se-Jabar demi Cegah Premanisme
Kontroversi Siswa 'Nakal' Dikirim ke Barak TNI: Pengamat Pertanyakan Arah Kebijakan Dedi Mulyadi