Sektor-sektor ekspor andalan seperti elektronik, tekstil, alas kaki, minyak sawit, karet, furnitur, dan produk perikanan kini berada di ujung tanduk.
Menyikapi kebijakan yang berpotensi mengguncang perekonomian nasional ini, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, menyatakan bahwa pemerintah bergerak cepat untuk memetakan dampak tarif secara detail.
Baca Juga: Lebaran Sudah Usai Tapi THR Pekerja Belum Kunjung Dibayar
"Pemerintah Indonesia akan segera menghitung dampak pengenaan tarif AS terhadap sektor-sektor tersebut dan ekonomi Indonesia secara keseluruhan," tegas Susiwijono pada Kamis (3/4/2025).
Namun, pemerintah tidak tinggal diam. Serangkaian langkah strategis telah disiapkan untuk meminimalisir dampak negatif kebijakan Trump.
Salah satunya adalah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan memastikan likuiditas valuta asing tetap terjaga, sehingga sektor bisnis dapat terus beroperasi tanpa hambatan berarti.
Baca Juga: Nokia N75 Max: Smartphone Idaman dengan Kamera 200MP dan Performa Kelas Atas!
Solidaritas ASEAN juga menjadi tumpuan. Indonesia aktif berkoordinasi dengan negara-negara tetangga dalam wadah ASEAN untuk mencari solusi bersama dalam menghadapi gelombang proteksionisme AS ini.
Bahkan, Presiden Prabowo telah menginstruksikan jajaran kabinetnya untuk segera melakukan reformasi regulasi yang dapat mendongkrak daya saing produk ekspor nasional agar tetap kompetitif di pasar global yang semakin menantang.
"Pemerintah Indonesia akan terus melakukan komunikasi dengan pemerintah AS dalam berbagai tingkatan, termasuk mengirimkan delegasi tingkat tinggi ke Washington DC untuk melakukan negosiasi langsung," ungkap Susiwijono, menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mencari jalan keluar terbaik.
Baca Juga: Gubernur Andi Sudirman Sulaiman Sambut Kedatangan Menteri Pertahanan di Sulsel
Dengan pemberlakuan tarif baru yang akan efektif mulai 9 April 2025, waktu bagi Indonesia untuk bermanuver semakin sempit.
Pemerintah kini tengah berpacu dengan waktu untuk merumuskan strategi jitu agar "Hari Pembebasan" ala Trump tidak berujung menjadi mimpi buruk bagi perekonomian Indonesia.
Nasib ekspor dan pertumbuhan ekonomi nasional kini berada di persimpangan jalan.(*)
Artikel Terkait
Tolak Penawaran Trump yang Ngotot Pindahkan Warga Gaza ke Berbagai Negara
Trump Hentikan Bantuan Medis Obat, Ancaman HIV/AIDS, Malaria, dan TBC Diprediksi Meningkat Pesat
Ini Alasan Donald Trump Tawarkan Pensiun Dini Bagi PNS AS dengan Pesangon Tinggi
Menkes Sebut Indonesia Terkena Imbas Keputusan Donald Trump Hentikan Batuan Obat HIV
Rencana Trump Bangun Kembali Gaza yang Hancur Akibat Perang, Bakal Jadi 'Mar-A-Lago' versi Timur Tengah?
Geliat AS Relokasi Warga Gaza Tuai Kontroversi: 3 Negara Ini Tolak Gagasan Trump-Netanyahu, dari China hingga Indonesia
Trump Tidak Ingin Mendeportasi Pangeran Harry dari AS dan Menyebut Meghan Adalah Sosok yang Buruk
Trump Ancam Gaza! Sebut Terjadi 'Neraka' Jika Sandera Israel Tidak Dibebaskan
Ditutupnya USAID Oleh Trump Berdampak Bagi Indonesia, Kanada Buka Peluang Kerja Sama
Trump Pasang Tarif Tinggi, Indonesia di Ujung Jurang Resesi? Ini Jurus Jitu Prabowo Selamatkan Ekonomi!