Sulawesinetwork.com - Saat bulan Ramadhan, pelaksanaan Makan Bergizi Gratis atau MBG jadi pertanyaan. Pasalnya, program ini dilakukan setiap harinya untuk dibagikan kepada para penerima manfaat.
Menjawab rasa penasaran publik, Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana mengatakan kalau program MBG akan tetap berjalan seperti biasanya.
Tentunya dengan beberapa penyesuaian yang dilakukan selama anak-anak sekolah berpuasa di siang hari.
Baca Juga: TPG Kemenag 2025 tidak Dibayarkan Kepada Guru Krateria Ini, Simak Penjelasannya!
Makanan Bisa Dibawa Pulang
Dadan Hindayana mengungkapkan jika Makan Bergizi Gratis yang dibagikan di sekolah, nantinya bisa dibawa pulang.
“Mekanismenya berbeda seperti hari biasa di mana kita akan memberikan makan bergizi itu untuk dibawa pulang,” ujar Dadan Hindayana saat ditemui di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat pada Senin, 24 Februari 2025.
Baca Juga: Unru Baso Berpotensi Pertahankan Dominasi Gerindra di Pilwalkot Palopo
Hal ini dilakukan agar siswa yang berpuasa bisa menikmatinya di rumah. Namun untuk siswa yang tidak berpuasa, bisa tetap makan di sekolah.
“Jadi, untuk yang puasa bisa makan saat berbuka dan untuk yang tidak puasa bisa dimakan sembunyi di sekolah atau di rumah,” imbuhnya.
Baca Juga: Bocoran Spesifikasi Nokia T21: Chipset Unggul, RAM Besar, dan Fitur Konektivitas Lengkap
Menu Makan Bergizi Gratis Saat Ramadhan
Karena ada waktu untuk bisa sampai dibawa pulang, Dadan mengatakan kalau menu makannya nanti adalah yang bisa bertahan lama.
Beberapa contoh menu juga disebutkan oleh Dadan untuk bulan puasa nanti.
Artikel Terkait
Nokia UltraView Dilengkapi Fitur AI Canggih? Bantu Fotografi dan Produktivitas Sehari-hari!
Tepis Isu Danantara Kebal Hukum, Rosan Roeslani Persilakan KPK dan BPK untuk Mengaudit Jika Bermasalah
Prabowo Luncurkan Danantara: Indonesia Bukan Hanya Pengikut, tapi Pelopor Perekonomian Dunia
Sat Narkoba Polres Bulukumba Tangkap Pelaku Residivis Kasus Narkoba
Nokia Moonwalker: Kamera 108MP dengan Sensor Zeiss, Layar AMOLED 120Hz, dan Baterai 7000mAh Siap Guncang Pasar?
Penerapan FWA bagi ASN Saat Libur Lebaran 2025, Ini Kata MenPAN-RB
3 Peserta Retret Kepala Daerah Dibawa ke RSU Tidar, Ada yang Pulang karena Anak Sakit