Ia menegaskan bahwa sebagai kepala daerah, mereka harus mematuhi kebijakan pemerintah pusat dan menjaga koordinasi untuk kepentingan masyarakat.
"Kita ini sudah jadi kepala daerah. Maka ketaatan utama kita harus taat pada sistem yang ada dalam pemerintahan. Tapi kalau Bu Mega melarang, itu hak Bu Mega, yang jelas kalau orang sudah jadi kepala daerah harus tunduk dan patuh pada keputusan pemerintah," tegasnya.
Dedi Mulyadi bersama 30 bupati dan wali kota dari Jawa Barat dijadwalkan berangkat ke Akademi Militer Magelang menggunakan pesawat milik TNI Angkatan Udara (AU).
20 Kepala Daerah PDIP Tunda Keberangkatan
Meski begitu, sejumlah kepala daerah dari PDIP memutuskan untuk mengikuti instruksi Megawati dan menunda keberangkatan mereka ke Magelang.
Berikut daftar 20 kepala daerah yang menunda keikutsertaan dalam retret:
1. Gubernur Jakarta: Pramono Anung
2. Gubernur Bali: I Wayan Koster
3. Wali Kota Bekasi: Tri Adhianto
4. Bupati Bekasi: Ade Kuswara Kunang
5. Bupati Tapanuli Tengah: Masinton Pasaribu
6. Bupati Banyumas: Sadewo Tri Latinono
7. Wali Kota Manado: Andrei Angouw
Artikel Terkait
Kepala Daerah Terpilih akan Jalani Retreat Selama 10 Hari di Magelang, Presiden Prabowo Punya Keinginan Ini
Beda dengan Kabinet Merah Putih, Retret Kepala Daerah akan Pakai APBN, Bukan Uang Presiden Prabowo
Kemendagri Tegas! Retret Kepala Daerah di Magelang Tanpa Ajudan, Semua Serba Mandiri
Kepala Daerah Usungan PDIP dari Sulawesi Tak Ikut Retreat, Ini Daftarnya!
Megawati Larang Kader PDIP Ikut Retret Buntut Ditahannya Hasto Kristiyanto, Bagaimana Dampaknya?
Megawati Minta Kader PDIP Tunda Kegiatan Retreat, Dedi Mulyadi Justru Minta Kepala Daerah se-Jabar Manut Perintah Prabowo