Bahlil mengatakan kalau harga gas Elpiji 3 kg Rp19.000 sudah cukup dibilang mahal.
Penjual yang menaikkan harga akan ditindak secara tegas hingga pencabutan izin untuk bisa menjual gas.
“Kalau ada yang jual Rp19.000 itu sudah mahal,” kata Bahlil.
Baca Juga: 10 Menteri Kabinet Prabowo dengan Tingkat Kepuasan Tertinggi Versi LSI
“Tapi ini sampai di pengecer jadi Rp22.000, kalau dicek lebih dalam, harganya bisa lebih tinggi lagi. Yang jual di atas HET akan kami tindak,” tegas Bahlil.
Sikap tegas itu sama halnya untuk pangkalan yang mematok harga tinggi saat menjual gas Elpiji 3 kg.
“Polisi sudah menangkap banyak pelaku pengoplosan gas, kalau ada pangkalan yang ikut bermain, izinnya akan kami cabut, tidak ada urusan,” ucapnya.(*)
Artikel Terkait
Cerita Pedagang Bakso di Bekasi Bertemu Prabowo: Saya Senang, Ceria
Pedagang Sapi Asal Balumbung ini Cerita ke Ilham Azikin Soal Pentingnya Asuransi Ternak
Viral di Media Sosial! Pria Ancam Pedagang Nasi Goreng dengan Pisau Jadi Perbincangan, Jika Tak Enak...
Diduga Kebocoran Gas Elpiji Picu Kebakaran di Ujungloe Bulukumba, Satu Rumah Nyaris Ludes
Pedagang Pasar Sentral Bulukumba Curhat ke JMS: Sekarang Sudah Jadi Pasar Tidur, Sepi dan Retribusi Naik
Mulai 1 Februari, Gas Elpiji 3 Kg Tidak Lagi Dijual di Pengecer, Lalu Bisa Beli di Mana?
Pedagang Eceran Gas Elpiji 3 Kg Diimbau Mendaftar Jadi Pangkalan Resmi, Simak Berbagai Keuntungannya, Termasuk Bisa Untung Jutaan Rupiah dalam Sebulan
Kisruh Gas Elpiji 3 kg, Begini Kata Menteri Bahlil saat Menghadap Prabowo hingga Arahan Terbaru sang Presiden Terhadap Pihak Pengecer