Kordinasi itu juga katanya akan memastikan Bulog dapat bersaing secara adaptif dalam menyerap gabah lokal untuk cadangan pemerintah daerah.
​“Kami ingin ada solusi di mana petani tetap sejahtera dengan harga yang layak, namun penggilingan lokal tetap bisa berputar dan rakyat Bulukumba tidak perlu membeli beras dengan harga selangit akibat stok lokal yang habis dibawa keluar,” tutup Abbana.
Baca Juga: Pemkab Sinjai Perkuat Keterbukaan Informasi Publik, Indeks PPID Naik Signifikan
Salah seorang seorang pengusaha penggilingan padi Bulukumba Hj Nir turut angkat bicara.
Situasi tersebut menurutnya berdampak langsung pada menurunnya aktivitas penggilingan dan kerbatasan bahan baku gabah di tingkat lokal.
"Kalau dampak lain bisa kenaikan harga beras di pasaran dan potensi inflasi yang dapat membebani masyarakat," ungkapnya. (*)
Artikel Terkait
Posisi Manajer Koperasi Merah Putih Jadi Rebutan, Ini Perkiraan Gaji dan Syaratnya
Bulukumba Peringati Hari Otonomi Daerah 2026, Sekda Tegaskan Komitmen Perkuat Pelayanan Publik
Jalan Menuju Seko Dipercepat, Bupati Lutra: Kami Bersyukur Bantuan dari Bapak Gubernur Sulsel
Gubernur Sulsel Resmikan Penerbangan Perdana Masamba-Makassar PP, Dorong Konektivitas dan Ekonomi Daerah
Jawab Kebutuhan Nakes, Gubernur Sulsel Serahkan Mobil Layanan Kesehatan untuk Warga Rongkong
DPRD Soroti Akreditasi RSUD Andi Sultan Daeng Radja: Cantik Diluar, Buruk Didalam
Hari Otonomi Daerah 2026, Pemkab Sinjai Tegaskan Fokus pada Pelayanan Publik dan Reformasi Birokrasi