Kordinasi itu juga katanya akan memastikan Bulog dapat bersaing secara adaptif dalam menyerap gabah lokal untuk cadangan pemerintah daerah.
​“Kami ingin ada solusi di mana petani tetap sejahtera dengan harga yang layak, namun penggilingan lokal tetap bisa berputar dan rakyat Bulukumba tidak perlu membeli beras dengan harga selangit akibat stok lokal yang habis dibawa keluar,” tutup Abbana.
Baca Juga: Pemkab Sinjai Perkuat Keterbukaan Informasi Publik, Indeks PPID Naik Signifikan
Salah seorang seorang pengusaha penggilingan padi Bulukumba Hj Nir turut angkat bicara.
Situasi tersebut menurutnya berdampak langsung pada menurunnya aktivitas penggilingan dan kerbatasan bahan baku gabah di tingkat lokal.
"Kalau dampak lain bisa kenaikan harga beras di pasaran dan potensi inflasi yang dapat membebani masyarakat," ungkapnya. (*)