"Kalau kita tidak menyiapkan generasi berkualitas, jangan harap jargon Indonesia Emas dapat terwujud. Jabatan kepemimpinan kita ada batasnya, maka generasi muda yang akan lanjutkan estafet kepemimpinan," sambungnya.
Direktur Perencanaan Teknis Pembangunan Desa dan Pedesaan Kemendes PDT, Suherman berharap agar peluncuran desa bersinar tak sekadar seremoni. Tetapi lebih dari itu, desa bersinar harus mendorong desa untuk produktif dan berdaya saing, kuat secara sosial, moral, termasuk mencegah peredaran narkoba.
"Kehadiran seluruh stakehokder menjadi bukti bahwa program ini menjadi salah satu perhatian secara nasional," ujar Suherman.
Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya peran pemuda desa sebagai agen perubahan. Pembangunan desa, kata Suherman lagi, juga harus bersifat inklusif agar program desa bersinar bukan hanya pencegahan, tapi juga memperkuat kohesi sosial.
"Semoga desa bersinar ini betul-betul memberikan kontribusi positif dalam rangka menyelamatkan generasi mendatang. Masa depan Indonesia ada di desa," jelasnya.
Baca Juga: Bupati Ratnawati Arif Tinjau Program MBG di Kabupaten Sinjai, Pastikan Kualitas Gizi Siswa Terjaga
Sementara itu, Andi Edy Manaf mengaku bersyukur Kabupaten Bulukumba bisa menjadi tuan rumah bagi para kepala desa untuk deklarasi kampanye pencegahan narkoba. Dia berharap peluncuran ini bisa berdampak luas bagi masyarakat Bulukumba.
"Paling tidak dengan adanya program desa bersinar bisa meminimalkan peredaran narkoba di Bulukumba. Apalagi kalau bisa zero nantinya," jelasnya.(*)