"Mudah mudahan setelah pelatihan ini, kita sudah punya corak atau motif yang lebih modern tanpa meninggalkan corak lama karena masing masing ada peminatnya," ungkapnya.
Ketua Dekranasda Bulukumba Andi Herfida Muchtar mengaku terus berupaya meningkatkan kualitas SDM pelaku usaha kerajinan di Bulukumba sehingga produk produk kriya Bulukumba mampu bersaing dengan produk dari daerah lain. Apalagi Bulukumba ini dikenal sebagai daerah tujuan wisata.
Baca Juga: Gubernur Sulsel Hadiri Pengukuhan Loka BPOM Bone, Perkuat Pengawasan Obat dan Makanan di Bosowasi
"SDM pelaku usaha masih harus terus ditingkatkan. Misalnya dalam hal desain atau corak, produk tenun Bulukumba masih perlu dikembangkan sehingga tidak ketinggalan zaman," ungkapnya.
Untuk diketahui tenun Bira dan tenun Kajang serta Kopi Arabika Kahayya, telah menerima Sertifikat Indikasi Geografis (IG) dari Kementerian Hukum Republik Indonesia.
Baca Juga: Bidang Bina Teknik DBMBK Bahas Usulan Penetapan Kelas Jalan di Provinsi Sulawesi Selatan
Tiga produk tersebut, selama ini dikenal memiliki keunikan, kualitas, serta keterikatan kuat dengan kondisi geografis dan kearifan lokal Bulukumba.(*)