"Mudah mudahan setelah pelatihan ini, kita sudah punya corak atau motif yang lebih modern tanpa meninggalkan corak lama karena masing masing ada peminatnya," ungkapnya.
Ketua Dekranasda Bulukumba Andi Herfida Muchtar mengaku terus berupaya meningkatkan kualitas SDM pelaku usaha kerajinan di Bulukumba sehingga produk produk kriya Bulukumba mampu bersaing dengan produk dari daerah lain. Apalagi Bulukumba ini dikenal sebagai daerah tujuan wisata.
Baca Juga: Gubernur Sulsel Hadiri Pengukuhan Loka BPOM Bone, Perkuat Pengawasan Obat dan Makanan di Bosowasi
"SDM pelaku usaha masih harus terus ditingkatkan. Misalnya dalam hal desain atau corak, produk tenun Bulukumba masih perlu dikembangkan sehingga tidak ketinggalan zaman," ungkapnya.
Untuk diketahui tenun Bira dan tenun Kajang serta Kopi Arabika Kahayya, telah menerima Sertifikat Indikasi Geografis (IG) dari Kementerian Hukum Republik Indonesia.
Baca Juga: Bidang Bina Teknik DBMBK Bahas Usulan Penetapan Kelas Jalan di Provinsi Sulawesi Selatan
Tiga produk tersebut, selama ini dikenal memiliki keunikan, kualitas, serta keterikatan kuat dengan kondisi geografis dan kearifan lokal Bulukumba.(*)
Artikel Terkait
DP2KBP3A Bulukumba Jadi Motor Perencanaan Kependudukan, Raih Penghargaan Bangga Kencana Sulsel
Gubernur Sulsel Dorong Kolaborasi Bisnis dan Edukasi Lingkungan dengan Thailand
Saat Musibah Datang di Bulan Suci, Syahruni Haris Beri Bantuan dan Motivasi Korban Kebakaran
Safari Ramadan di Bontotiro, Andi Muchtar Ali Yusuf Ajak Warga Manfaatkan Lahan untuk Ketahanan Pangan
Aksi Bhayangkari Peduli, Polres Bulukumba Bantu Korban Kebakaran 14 Rumah di Terang-Terang
Uji Ketebalan Aspal Jalan Hertasning Penuhi Standar Teknis
ASN di Bulukumba Ditangkap Kasus Sabu, Polisi Sita Barang Bukti 45 Gram