Dekranasda Bulukumba Dorong Inovasi Tenun Bira, Pengrajin Dapat Pelatihan Desain Modern

photo author
Hendrawan, Sulawesi Network
- Rabu, 11 Maret 2026 | 17:38 WIB
Dekranasda Bulukumba beri pelatihan kepada pelaku tenun batik.
Dekranasda Bulukumba beri pelatihan kepada pelaku tenun batik.

Sulawesinetwork.com - Dekranasda Bulukumba terus melakukan penguatan sektor industri kecil dan menengah berbasis potensi lokal.

Bertempat di Sentra Industri Kecil Menengah (IKM) Bira, belasan pengrajin tenun Bira mendapatkan pelatihan pengembangan desain tenun dari praktisi dan pengusaha kriya nasional Bustan Effendi yang akrab disapa mas Vinto.

Kegiatan yang disponsori oleh Bank Sulselbar ini berlangsung mulai Senin sampai Jumat, 9-13 Maret 2026.

Baca Juga: Gubernur Sulsel Salurkan Bantuan Kebencanaan untuk Korban Kebakaran di Bua Luwu

Materi pelatihan mencakup teknik dasar desain, konsep pola, hingga praktik langsung pembuatan produk tenun lainnya seperti selendang atau syal.

Vinto dalam pengantarnya memuji tenun Bira sebagai produk lokal yang masih terjaga orisinalitasnya. Namun demikian, salah satu kendala atau kelemahan dari produk ini adalah desain motif yang masih monoton.

"Saya diundang ke sini untuk membantu desain motif baru tenun Bira ini. Dekranasda menaruh harapan ada pengembangan desain desain baru yang lebih modern," ungkap Vinto yang beberapa bulan lalu juga memberikan pelatihan Anyaman daun lontar di IKM.

Baca Juga: Sekda Sulsel Apresiasi Pendidikan Anak Usia Dini pada Buka Puasa Bersama Kidsstar Hoplin Preschool Makassar

Corak tradisionalnya, lanjut Vinto tetap dipertahankan, tapi ia juga mendorong dan mencoba mengajarkan corak yang lebih modern sehingga pasar dari tenun Bira ini juga lebih luas.

"Dengan pengembangan motif yang baru dan modern, tenun Bira ini dapat dinikmati dan digunakan oleh berbagai kalangan secara luas," bebernya.

Pada pelatihan ini Vinto mengajarkan pembuatan contoh membuat corak gradasi warna untuk selendang.

Baca Juga: Dekranasda Sulsel Perkuat Ekosistem Fashion Muslim di Trend Hijab Ramadan 2026

Dengan motif baru itu, katanya, anak anak muda atau millenial bisa menggunakan corak ini baik itu baju, syal atau hanya sekedar outfit.

Salah seorang penenun Tasmawati, mengungkapkan bahwa kehadiran pak Vinto sedikitnya telah merubah mindset para penenun dalam membuat corak yang selama ini monoton dengan corak yang tradisional. Secara kemampuan ia mengaku sudah memiliki dasar, tapi belum berani mencoba motif yang lebih modern.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Hendrawan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X