"Karena wilayah Sulawesi Selatan bagian utara, seperti Toraja, Luwu, Enrekang, dan Bone, termasuk wilayah Timur Tenggara, saat ini memasuki puncak musim hujan pada bulan Maret dan April. Di wilayah utara, dikhawatirkan terjadi banjir bandang dan longsor, yang juga terdapat jalur mudik," ucapnya.
"Wilayah Tenggara rawan banjir, bahkan mungkin banjir rob. Oleh karena itu, penting untuk berkoordinasi dalam mengamankan dan mengelola risiko, misalnya dengan rekayasa lalu lintas buka tutup. Jika ada peringatan dini BMKG di zona rawan longsor, mungkin sementara waktu tidak ada kendaraan yang melintas, karena peringatan dini tersebut biasanya berlaku hingga 3 jam," terangnya.
Baca Juga: Gempar! Isu Sri Mulyani Mundur, Benarkah Ramalan Cak Nun Jadi Kenyataan? Istana Angkat Bicara!
Untuk penerbangan, Rita menjelaskan bahwa 6 jam sebelum pilot atau maskapai penerbangan melakukan penerbangan, mereka sudah mendapatkan prakiraan cuaca di sepanjang jalur penerbangan. Dengan demikian, maskapai sudah dapat merencanakan jalur penerbangan yang aman.
"Misalnya ada risiko erupsi gunung api, risiko turbulensi, semuanya dapat diketahui. Awan kumulonimbus juga bisa terdeteksi dan informasi ini selalu diperbarui, sehingga penerbangan dapat direncanakan dengan tepat dan aman," tegasnya.(*)
Artikel Terkait
Polemik CASN 2024: Menpan RB Beri Solusi Bagi Peserta yang Telah Resign, April 2025 Jadi Opsi Pengangkatan!
Janji Sang Putra: Popon Bertekad Lanjutkan Jejak Karier Mat Solar di Dunia Akting
Dari Panggung Teater Betawi hingga Layar Lebar Warkop DKI: Jejak Gemilang Mat Solar Sang Legenda Komedi
Skandal Kim Soo-hyun Semakin Memanas: Mendiang Kim Sae-ron Diteror Surat Utang Rp7,8 Miliar, Agensi Bungkam?
Skandal Mengguncang Dunia Hiburan Korea: Kim Sae-ron Diduga Diancam Ganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Agensi Kim Soo-hyun!
Duka Mat Solar Belum Usai, Warisan Rp3,3 Miliar untuk Tol Kini Jadi Sengketa!
Skandal Kereta Api Besitang-Langsa: Mantan Dirjen Perkeretaapian Didakwa Korupsi Rp1,1 Triliun!