"Hal ini menunjukkan bahwa Bulukumba sebagai daerah produsen hasil perikanan sekaligus konsumen," terangnya.
Baca Juga: Kisah Mengerikan! Pasutri Hamil Dianiaya Brutal dalam Video Viral, Mengungkap Identitas dan Motifnya
Diketahui, selama bulan Juni di Bulukumba cenderung mengalami cuaca berawan dengan peluang hujan turun yang cukup tinggi.
"Akibatnya nelayan cenderung untuk tidak melaut jika cuaca buruk ataupun jaraknya tidak terlalu jauh dari daratan sehingga produksi hasil perikanan sedikit mengakibatkan harga sedikit mengalami kenaikan," tambah Herbudiman.
Sementara penyumbang utama inflasi Juni 2024 secara yoy adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Adapun komoditas penyumbang utama inflasi pada kelompok ini adalah beras, gula pasir, sigaret kretek mesin (SKM), ikan kembung/ikan gembung/ikan banyar/ikan gembolo/ikan aso-aso, dan sigaret kretek tangan (SKT).
Baca Juga: Misteri Virus West Nile di Israel: 8 Orang Kritis dan 5 Tewas, Apa Penyebabnya?
"Perkembangan inflasi Bulukumba secara tahunan atau yoy dalam dua bulan terakhir ini berada di bawah angka 2 persen, yaitu 1,74 persen di bulan Mei dan 1,78 persen di bulan Juni," ungkapnya.(*)
Artikel Terkait
DPRD Bulukumba Angkat Bicara Soal Pekerja PLN yang di PHK Secara Sepihak
Dihadiri Forkopimda, Kapolres Bulukumba Pimpin Upacara Hari Jadi Bhayangkara ke-78
Mengintip Spesifikasi dan Fitur Canggih Nokia Vaio 2024
Dunia Maya Geger! Audrey Davis Diduga Terlibat Video Syur, Akun Instagram Ditutup
Viral Video Syur Diduga Audrey Davis, Respon David Bayu Mengejutkan
KDRT Berujung Tragis, Suami Tega Bakar Istri Hidup-hidup
Terungkap! Motif Suami Bakar Istri, Pemicunya Ternyata Karena Hal ini
Misteri di Balik Aksi Nekat Adelia: Loncat dari Lantai 19 Apartemen, Apa Penyebabnya?