Risnawati mengaku jika keberadaan SPj itu baru diketahuinya saat berkas tersebut ditarik dari Badan Pengelolah Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bulukumba.
Baca Juga: Prabowo: Tuhan Selamatkan Saya Berkali-kali, Sekarang Sisa Hidup Saya untuk Rakyat Indonesia
"Jadi SPj itu baru dikatahui ada dan tidak tertandatangan setelah ditarik dari keuangan (BPKAD). Jadi sejak awal saya tidak tahu," tegas Risnawati.
Menurutnya, lanjut Risnawati. Berkas SPj lainnya yang sebelumnya diajukan telah melalui verifikasi dan lengkap.
Sedangkan SPj yang belakangan ditemukan tidak tertandatangan dan tidak memiliki paraf dari Sekretaris Diskominfo baru ditemukan setelah berkas diperiksa ulang.
"Jadi setelah ditarik dari keuangan, saya kembali cek dan menemukan ada SPj yang tidak tertandatangan tapi tetap diajukan. Jadi saat verifikasi memang tidak ada SPj itu," jelasnya.(*)
Artikel Terkait
Pemberhentian Honorer Diskominfo Jadi Polemik, Bendahara: Ada SPj Diajukan Kadis tidak Melalui Verifikasi dan Dipaksakan Cair
Terungkap, Segini Nilai SPj Diduga Fiktif yang Diajukan Kadiskominfo Bulukumba Hingga Berdampak Pemberhentian Tenaga Honorer
Soal Tudingan Dugaan SPj Fiktif Kadiskominfo Bulukumba, Begini Penjelasan Daud Kahal
Kadiskominfo Tegas Bantah SPj Fiktif, Daud Kahal Sebut Pengajuan Pencairan Termasuk Penyelesaian Utang Era Rudy Ramlan
Soal Dugaan SPj Fiktif Diskominfo Bulukumba, Bendahara Singgung Tandatangan, Daud Kahal Serahkan ke Inspektorat
POPULER. Dugaan SPj Fiktif Kadiskominfo Bulukumba Dibongkar Bendahara hingga Ali Saleng Sindir Kepentingan Pribadi
Ditengahi Sekda Bulukumba, Daud Kahal Klaim Minta Inspektorat Lakukan Pendalaman Dugaan SPj Fiktif