"Kita tentu harus lebih maksimal lagi bekerja bersama dengan seluruh unsur yang ada untuk turunkan angka privalensi stunting ini ke target 14 persen pada tahun 2024 nanti,' ujarnya.
"Ujung tombak kegiatan ini ada pada teman-teman di lini lapangan termasuk unsur Puskesmas, Penyuluh KB, Kader KB, Kader Posyandu, Tim Pendamping Keluarga, maupun pemerintah Desa dan Kelurahan," sambung Shodiqin.
Baca Juga: Terbaru! Kini STR Nakes Berlaku Seumur Hidup Mulai 4 September 2023
Shodiqin berharap agar anggaran yang telah diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Bulukumba dalam bentuk Dana Alokasi Khusus dapat dipergunakan sebaik-baiknya.
Anggaran tersebut untuk melaksanakan program Keluarga Berencana maupun kegiatan yang berkaitan dengan upaya mengedukasi masyarakat agar privalensi stunting dapat ditekan.
"Kami berharap agar tindak lanjut dari hasil audit kasus stunting oleh tim pakar dari dokter spesialis anak, dokter obgyn maupun gizi segera dilaksanakan," harapnya.(*)
Artikel Terkait
Andi Edy Manaf Bakal Dukung Langsung Peserta Final Festival Dangdut di Sengkul Bulukumba
Wabup Bulukumba Dorong Pengembangan UMKM yang Melek Digital Untuk Ciptakan Inovasi
Operasi Zebra 2023, Anggota Satlantas Polres Bulukumba Ikut Dijaring Kelengkapan Kendaraan
Pemkab Bulukumba Tangani ODGJ Terlantar, PSC Dinkes Jadi Pusat Fasilitas
Satu Warga Jadi Korban, DLKH Bulukumba Sosialisasi Bahaya Ancaman Buaya