Kekerasan ini terus berlanjut hingga akhir Juni 2025. Korban mengaku terpaksa melayani nafsu bejat ayahnya karena selalu diancam akan dipukul.
"Dari keterangannya, dia sudah tidak tahan lagi. Sehingga dia curhat melalui video di media sosial," tambahnya.
Baca Juga: Kabar Duka dari Gaza: Direktur RS Indonesia Gugur, Menko Budi Sebut 'Pengabdian dalam Medan Sunyi'
Kasus ini telah ditingkatkan ke tahap penyidikan, dan SY kini telah ditetapkan sebagai tersangka serta ditahan di Rutan Mapolres Bulukumba.
Polres Bulukumba mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melaporkan segala bentuk kekerasan, terutama yang menyangkut anak-anak dan perempuan.
Kepolisian berkomitmen penuh untuk memberikan perlindungan maksimal terhadap korban serta memproses hukum pelaku sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Kasus ini menjadi pengingat pahit tentang pentingnya kepedulian masyarakat terhadap isu kekerasan dalam rumah tangga, khususnya yang melibatkan anak-anak. Bagaimana menurut Anda, langkah apa lagi yang perlu diambil untuk mencegah kejadian serupa terulang?(*)
Artikel Terkait
Polres Bulukumba Tangkap Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan, Dikejar Hingga Barru
3 Fakta Kasus Kekerasan yang Dialami Artis Asal China Zhao Lusi, Salah Satunya Kebiasaan Memendam Perasaan Sendiri
Miris! Balita 3 Tahun Jadi Korban Kekerasan Seksual, Pelaku Merupakan Calon Ayah Tirinya
Polda NTT Beberkan 8 Rekaman Video Kekerasan Seksual Eks Kapolres Ngada, Ini Isinya!
Fakta Baru Pembunuhan Juwita Jurnalis Asal Banjarbaru Terungkap, Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Oleh Tersangka
Skandal Guru Besar UGM: Belasan Mahasiswa Jadi Korban Kekerasan Seksual Sejak 2023, Kampus Ambil Tindakan Tegas
Kemenkes Cabut STR Dokter Residen Unpad Terduga Pelaku Kekerasan Seksual di RSHS
Imbas Kekerasan Seksual Dokter Residen, Kemenkes Setop Sementara Program Anestesi di RSHS!
VIRAL! Skandal Eksploitasi Eks Pemain Sirkus Guncang Medsos: Dugaan Kekerasan dan Pelecehan Seret Nama Taman Safari
Geram Maraknya Kekerasan Seksual, Menko PMK Cak Imin Umumkan Langkah Tegas 'Razia' Pesantren Bermasalah