Keterangan dari para saksi ini, lanjut Harli, sangat penting untuk didalami guna mendapatkan kesimpulan yang akurat terkait peran masing-masing pihak dalam pusaran kasus ini.
“Saya kira kita tunggu, biarkan penyidik melakukan tugasnya, kita beri waktu,” tandasnya, menegaskan komitmen Kejagung untuk menuntaskan kasus ini dengan transparan dan akuntabel.
Kasus dugaan korupsi ini mencakup periode tahun 2019-2022, di mana tercium aroma "kesepakatan jahat" yang diduga mengarahkan penggunaan laptop di sektor pendidikan untuk secara eksklusif menggunakan perangkat dengan sistem operasi Chrome.
Jika terbukti, ini akan menjadi tamparan keras bagi upaya pemerintah dalam menciptakan sistem pengadaan yang bersih dan berintegritas.
Kita semua menanti bagaimana benang merah kasus ini akan terurai oleh tangan-tangan penyidik Kejagung.
Apakah pemeriksaan terhadap perwakilan Google ini akan menjadi kunci pembuka tabir dugaan korupsi triliunan rupiah ini? Hanya waktu dan kerja keras penyidik yang akan menjawabnya.(*)
Artikel Terkait
Yuk Mainkan Ujian Bucin Google yang Tengah Viral di TikTok, Ketahui Seberapa Bucin Kamu ke Pacar
Tahun Depan Windows 7 Tidak Lagi Didukung Google Chrome
Cuma Pakai WhatsApp dan Google, HP Hilang Bisa Dilacak, Begini Caranya
Google Akan Hapus Akun Gmail Akhir Tahun 2023. Ini yang Bakal Jadi Sasaran Utamanya
Terbaru! Makassar dan Bahasa Daerah Lainnya Bergabung dengan Google Translate, Update 110 Bahasa Terbaru
Fakta Menarik Bobby Kertanegara, Duduki Peringkat Pencarian Teratas Google
Google Salah Tampilkan Kurs Dollar ke Rupiah Jadi Rp8.170, Terungkap Penyebab dan Bahayanya
Taruhannya Sistem Keamanan, Google Dikabarkan Beli Perusahaan Eks Mata-mata Israel Senilai Rp500 Triliun
Alasan Google Rela Keluarkan Rp500 Miliar untuk Akuisisi Keamanan Milik Israel, Netralitas Dipertanyakan
Telisik Peran Konsultan Eks Stafsus Nadiem Makarim di Skandal Dugaan Korupsi Chromebook
Kejaksaan Agung Bidik Google dalam Pusaran Korupsi Chromebook Kemendikbud: Aroma Kongkalikong Terkuak?