entertainment

Ifan Seventeen Pimpin PFN: Kapasitas Dipertanyakan, Aroma Politik Menguat

Rabu, 12 Maret 2025 | 20:42 WIB
Momen Ifan Foto Bersama Presiden Prabowo Subianto (Instagram @ifanseventeen)

Sulawesinetwork.com - Penunjukan Riefian Fajarsyah, atau Ifan Seventeen, sebagai Direktur Utama PT Produksi Film Negara (PFN) terus menjadi sorotan tajam.

Publik, terutama pelaku industri perfilman, mempertanyakan kapasitasnya dalam memimpin BUMN yang memiliki sejarah panjang dalam perfilman Indonesia.

Keraguan publik semakin menguat dengan dugaan adanya aroma politik di balik penunjukan ini.

Baca Juga: Asap Hitam Membubung di Stasiun Tugu: Tiga Gerbong Kereta Ludes Terbakar

Kedekatan Ifan dengan Presiden terpilih Prabowo Subianto, yang ditunjukkan melalui kolaborasi lagu dan dukungan politik, menjadi bahan perbincangan hangat di media sosial.

Ifan Seventeen, yang dikenal sebagai vokalis band Seventeen, memiliki latar belakang yang kuat di industri musik.

Namun, rekam jejaknya di dunia perfilman masih terbilang minim. Ia pernah membintangi beberapa film, tetapi perannya tidak begitu menonjol.

Baca Juga: THR untuk Ojol dan Kurir Online: Angin Segar atau Tantangan Baru?

"Dari penyanyi ke dirut perfilman? Kan ada Mirles, Riri Riza, Hanung Bramantyo, Reza Rahadian as a best actor. Why, why Pak?" tulis seorang netizen di kolom komentar unggahan @lambe_turah, yang mencerminkan keraguan banyak pihak.

Selain itu, latar belakang politik Ifan juga menjadi sorotan. Ia pernah mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI melalui Partai Gerindra dan PKB, serta memiliki kedekatan dengan Prabowo Subianto.

Hal ini menimbulkan spekulasi bahwa penunjukannya sebagai Dirut PFN lebih bernuansa politik daripada profesionalisme.

Baca Juga: Sidang Asusila Mario Dandy: Saksi Baru Muncul, Drama Hukum Semakin Memanas

Para sineas dan pelaku industri perfilman pun tidak tinggal diam. Mereka merasa bahwa Indonesia memiliki banyak tokoh yang lebih kompeten untuk memimpin PFN, baik dari kalangan sutradara, produser, maupun aktor yang telah lama berkecimpung di industri ini.

"Kami menghargai Ifan sebagai musisi, tetapi memimpin PFN membutuhkan pengalaman dan pemahaman yang mendalam tentang industri perfilman. Ini bukan sekadar jabatan, tetapi tanggung jawab besar untuk memajukan perfilman Indonesia," ujar seorang sutradara senior yang enggan disebutkan namanya.

Halaman:

Tags

Terkini