Arie menggambarkan kepedihan hatinya melihat seorang anak bangsa yang seharusnya dilindungi, justru kehilangan nyawa di tangan mereka yang memegang senjata.
"Seorang pelajar, usianya masih 14 tahun, kepalanya remuk... nyawanya terenggut. Sedih hatiku," ungkap suami Indah Permatasari ini.
Baca Juga: Viral! Ribuan Warga Sumenep 'Booking' Tempat Tarawih Sejak Jam 2 Siang, Demi Amplop Zakat Rp300 Ribu
Menutup curahannya, Arie Kriting memanjatkan doa agar insiden kekerasan oleh aparat tidak terulang kembali.
Ia berharap para pemegang kekuatan di negeri ini tetap memiliki empati dan kelembutan hati dalam menjalankan tugas.
"Tuhan, lembutkan hati para ksatria kami, jadikanlah kekuatan dan senjata mereka untuk melindungi anak-anak bangsa ini," tandasnya.
Dua peristiwa ini seolah menjadi pengingat pahit bagi publik tentang pentingnya menjaga integritas sebagai penerima mandat negara, serta pentingnya perlindungan nyawa anak bangsa di atas segalanya.(*)
Artikel Terkait
Dituntut 6 Tahun Penjara, Fariz RM Dianggap JPU Sebagai Pengedar
Video Viral: Restoran Hening karena Hindari Royalti Lagu
Raffi Ahmad Bagikan Kiat Sukses Memulai Bisnis dari Nol
Bassist Feast Geram ke Aparat yang Diduga Bertindak Kasar Terhadap Penonton saat Moshing
Gen Z Bulukumba Siap? Raim Laode Datang Bawa Tawa Dan Lagu Galau Di Oentoeng Space
Musisi Acil Bimbo Wafat, Pelantun Lagu 'Sajadah Panjang' yang Pernah Warnai Belantika Musik Tanah Air di era 60-an
Teror Molotov di Rumah DJ Donny: Disebut 'Aksi Bocil' oleh Korban, Dituding 'Settingan' oleh Firdaus Oiwobo
Pandji Pragiwaksono Pamer Arti 'Wongsoyudo' yang Melekat pada Namanya usai Jalani Sanksi Adat Toraja
Polemik Wakaf Al-Quran: Taqy Malik Tantang Randy Permana Tabayyun Usai Tudingan 'Mark Up' Harga
Sentuhan Kemanusiaan Cinta Laura di Aceh: Peluk Anak-Anak Korban Banjir dan Maknai Arti Keteguhan Sejati