Sulawesinetwork.com – Pekan ini, publik tanah air disuguhi dua peristiwa kontras yang memicu perdebatan sengit mengenai nasionalisme dan kemanusiaan.
Mulai dari viralnya alumni beasiswa LPDP yang enggan anaknya menjadi WNI, hingga tragedi tewasnya siswa SMP di Maluku akibat dugaan penganiayaan oleh oknum aparat.
Kondisi ini memancing reaksi keras dari komika senior, Arie Kriting.
Melalui unggahan emosional di akun Instagram pribadinya pada Minggu (22/2/2026), Arie mencurahkan kegelisahannya melihat dinamika yang menimpa anak bangsa.
Arie mengaku rasa nasionalismenya terusik saat melihat konten video bertajuk "Cukup Aku WNI, Anak Jangan" yang diunggah oleh DS, seorang alumni penerima beasiswa negara.
Arie menilai tindakan tersebut sangat tidak etis mengingat DS menempuh pendidikan menggunakan pajak rakyat.
"Seorang penerima beasiswa yang hidup dari uang pajak kita, merendahkan negara ini. Begitu katanya, membuat saya kesal juga," tulis Arie.
Ia pun memberikan pesan menohok bagi siapa pun yang ingin berpaling dari Indonesia hanya karena banyaknya persoalan di dalam negeri.
“Hanya karena di negara ini banyak masalah, bukan berarti boleh semudah itu berkhianat. Anakku tidak apa-apa terus menjadi WNI, kudoakan semoga dia bisa membawa bangsa ini kepada masa yang lebih baik,” tegas komedian asal Kendari tersebut.
Namun, di saat Arie membela kehormatan bangsa, ia justru dihadapkan pada kenyataan pahit mengenai kematian seorang pelajar berusia 14 tahun di Maluku.
Siswa berinisial MS itu tewas diduga setelah dianiaya oleh oknum anggota Brimob menggunakan helm.
Artikel Terkait
Dituntut 6 Tahun Penjara, Fariz RM Dianggap JPU Sebagai Pengedar
Video Viral: Restoran Hening karena Hindari Royalti Lagu
Raffi Ahmad Bagikan Kiat Sukses Memulai Bisnis dari Nol
Bassist Feast Geram ke Aparat yang Diduga Bertindak Kasar Terhadap Penonton saat Moshing
Gen Z Bulukumba Siap? Raim Laode Datang Bawa Tawa Dan Lagu Galau Di Oentoeng Space
Musisi Acil Bimbo Wafat, Pelantun Lagu 'Sajadah Panjang' yang Pernah Warnai Belantika Musik Tanah Air di era 60-an
Teror Molotov di Rumah DJ Donny: Disebut 'Aksi Bocil' oleh Korban, Dituding 'Settingan' oleh Firdaus Oiwobo
Pandji Pragiwaksono Pamer Arti 'Wongsoyudo' yang Melekat pada Namanya usai Jalani Sanksi Adat Toraja
Polemik Wakaf Al-Quran: Taqy Malik Tantang Randy Permana Tabayyun Usai Tudingan 'Mark Up' Harga
Sentuhan Kemanusiaan Cinta Laura di Aceh: Peluk Anak-Anak Korban Banjir dan Maknai Arti Keteguhan Sejati