Instruksi BGN sebelumnya menyebutkan bahwa selama Ramadan, MBG diberikan dalam bentuk makanan kering yang disesuaikan.
Namun, ketiadaan standar visual dan kandungan gizi yang jelas membuat publik curiga akan adanya pemotongan anggaran di tingkat pelaksana daerah.
Baca Juga: Daftar Besaran Zakat Fitrah Sinjai 1447 H: Minimal Rp35 Ribu, Simak Panduan Lengkap Baznas
Warganet pun ramai-ramai mendesak pemerintah untuk melakukan evaluasi total.
"Memang harus dikritisi sampai program ini benar-benar bermanfaat karena banyak celah di setiap daerah," tulis salah satu netizen.
"Gimana sih standar gizi MBG? Apakah sebuah roti, telur 1 butir, jeruk 1 biji, kurma sebungkus udah termasuk memenuhi gizi?" sahut akun lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, Badan Gizi Nasional (BGN) maupun pemerintah daerah terkait belum memberikan tanggapan resmi mengenai standarisasi menu kering Ramadan yang tengah memicu polemik nasional ini.(*)