Instruksi BGN sebelumnya menyebutkan bahwa selama Ramadan, MBG diberikan dalam bentuk makanan kering yang disesuaikan.
Namun, ketiadaan standar visual dan kandungan gizi yang jelas membuat publik curiga akan adanya pemotongan anggaran di tingkat pelaksana daerah.
Baca Juga: Daftar Besaran Zakat Fitrah Sinjai 1447 H: Minimal Rp35 Ribu, Simak Panduan Lengkap Baznas
Warganet pun ramai-ramai mendesak pemerintah untuk melakukan evaluasi total.
"Memang harus dikritisi sampai program ini benar-benar bermanfaat karena banyak celah di setiap daerah," tulis salah satu netizen.
"Gimana sih standar gizi MBG? Apakah sebuah roti, telur 1 butir, jeruk 1 biji, kurma sebungkus udah termasuk memenuhi gizi?" sahut akun lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, Badan Gizi Nasional (BGN) maupun pemerintah daerah terkait belum memberikan tanggapan resmi mengenai standarisasi menu kering Ramadan yang tengah memicu polemik nasional ini.(*)
Artikel Terkait
BGN Tegaskan Guru, TU, hingga Petugas Kebersihan di Sekolah Harus Dapat MBG
Semua Parpol Punya Dapur MBG, BGN: Asalkan Memenuhi Standar
Ratusan Miliar untuk Pengadaan Alat Makan MBG, Tanggung Jawab BGN atau SPPG?
Dapur SPPG Polres Bulukumba Resmi Beroperasi, 953 Siswa Terima MBG dengan Nuansa Superhero
Tangis Guru Honorer saat Bandingkan Gajinya dengan Sopir MBG: Miris Hati Saya
Bakal Ikut Menyuplai, Bulog Tegaskan Kualitas MBG Terjaga dengan Penggunaan Beras Premium
Bandingkan MBG dengan Lapangan Pekerjaan, Makan Bergizi Dinilai Lebih Mendesak
TP PKK Bulukumba Gelar Rakor Bahas Data Stunting dan Penyaluran MBG Untuk Bumil dan Busui
Pemkab Bulukumba Perluas MBG ke Ibu Hamil, Menyusui dan Balita, 6.914 Sasaran Terlayani
SPPG Polres Bulukumba Resmi Jadi Bagian Program MBG Presiden Prabowo